Hadiri Demo di DPR, Sri Bintang Akui Tidak Terima Surat Panggilan untuk Pemeriksaan

Tandaseru – Aktivis Sri Bintang Pamungkas seharusnya menjalani pemeriksaan sebagai saksi soal dugaan ujaran kebencian terkait pernyataan akan menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada Rabu (11/9). Namun, dia mengaku belum menerima surat panggilan itu.

“Saya tidak pernah menerima surat panggilan. Artinya sudah tentu tidak pernah sampai ke tangan saya ataupun keluarga saya dan ditandatangani oleh orang rumah,” kata Sri Bintang saat dikonfirmasi, Rabu (11/9).

Disamping itu, Sri Bintang mengaku harus menghadiri agenda lainnya pada hari ini. Dia akan menghadiri aksi penyampaian pendapat yang digelar di Gedung DPR/MPR RI yang diselenggarakan oleh Front Revolusi Indonesia.

“Saya punya acara di MPR, acara Front Revolusi Indonesia (FRI),” pungkas dia.

Ketua PITI, Ipong Hembing, melaporkan Sri Bintang ke Polda Metro Jaya, Rabu, 4 September 2019. Laporan Ipong berdasarkan pernyataan Sri di sebuah akun Youtube pada 31 Agustus 2019. Laporan teregistrasi dengan nomor LP TBL/5572/IX/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus.

Sri Bintang dilaporkan melanggar Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Trransaksi Elektronik (ITE), atau Pasal 160 KUHP. Dua pasal itu berkaitan dengan penyebaran informasi yang menimbulkan ujaran kebencian melalui media elektronik, dan menghasut di muka umum.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait