Hindari Perpecahan, Masinton Sepakat Sebutan Kecebong-Kampret Dihilangkan

Tandaseru – Anggota Komisi III dari Fraksi PDIP Masinton Pasaribu sepakat sebutan ‘kecebong’ dan ‘kampret’ dihentikan untuk menghindari perpecahan di masyarakat.

“Iya, kita sangat setuju (sebutan itu dihilangkan) supaya tidak ada dikotomi, perpecahan di masyarakat,” kata Masinton di Mapolda Metro Jaya Jakarta, Senin (9/7/2018).

Sementara itu, Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa juga setuju sebutan ‘kecebong’ dan ‘kampret’ dihentikan. Dia menilai dua sebutan itu dimainkan oleh kelompok tertentu. “Ya itu kan mainan-mainan saja, mainan-mainan dari kelompok-kelompok tertentu,” ujar Desmond.

Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) ini menjelaskan sebutan ini muncul karena ada kepentingan dan perbedaan pandangan politik.

Menurut dia, jangan sampai warga yang pro dan kontra terhadap pemerintahan Jokowi saling menghina dengan kedua sebutan tersebut.

“Yang jadi soal hari ini adalah kepentingan-kepentingan apa sih yang membuat berbeda, apa sih, ini kan kekuasaan lima tahunan ini kan ya bagi kita kayak mimpi aja. Nggak terasa,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam Kajian Tauhid di Masjid Istiqlal, Aa Gym meminta kepada masyarakat tidak menyebut orang dengan gelar yang buruk, termasuk memanggil ‘kecebong’ atau ‘kampret’.

Kumpulan Berita Terkait