Horor Kerja Lembur

Malam itu, Mbak Rika seorang karyawati bagian payroll harus bekerja lembur untuk memastikan pekerjaannya selesai tepat pada waktunya.

Jam komputer menunjukkan pukul 20.00 malam, sebenarnya masih cukup sore bagi para karyawan yang bekerja di pusat perkantoran di jalan Sudirman Jakarta.

Sambil mengutak-atik pekerjaannya yang masih belum selesai, sesekali Mbak Rika melihat ke arah kanan dan kiri, depan dan belakang, berharap ada karyawan lain yang balik ke kantor buat menemaninya bekerja.

Sayang sekali, pada malam itu hanya Mbak Rika sendiri yang masih bekerja lembur. Suasana di kantor sudah gelap, dan hening. Hanya suara keyboard yang menemaninya bekerja.

Mbak Rika masih fokus dengan pekerjaannya, tiba-tiba suara telepon di mejanya berdering. “Tuuutt… Tuuutt...”

Karena sudah malam dan kantor sudah sepi, suara deringnya terdengar sangat nyaring. Mbak Rika terkejut bukan main, lalu ia mengangkat teleponnya.

“Haloo selamat malam…  Haloo?” ujar Mbak Rika pelan. Suaranya agak tersedak di tenggorokan.

Berharap ada jawaban dari seberang telepon, namun Mbak Rika tidak mendengar suara apa-apa yang keluar dari sana. Hanya ada terdengar suara “kresseekk… kreseek…”

Setelah Mbak Rika menunggu dan memperhatikan agak lama, hanya suara kressseekkk tadi saja yang terdengar di ujung telepon. Karena tidak ada jawaban apapun, Mbak Rika menutup telepon tadi.

“Mbak, bisa tolong angkat kakinyaa? Rambut saya diinjak sama Mbak…” Suara itu pelan dan terbata-bata.

Beberapa detik setelah telepon ditutup, mendadak berhembus angin di belakang rambut Mbak Rika. Bulu kuduk Mbak Rika sedikit berdiri, di tengah suasana kantor yang semakin gelap. Udara di sekitar Mbak Rika terasa mulai menyesakkan, seolah ada tangan kecil yang mencekik lehernya.

Tapi Mbak Rika teringat kembali kepada pekerjaan yang harus ia selesaikan. Sambil memberanikan diri dan membaca doa dalam hati ia kembali mengetik tombol keyboard, untuk memecah kesunyian di ruangan yang sepi tersebut.

Baru beberapa menit Mbak Rika mengetik pekerjaannya, telepon di meja kerjanya kembali berdering. “Tuuutt… Tuuutt...”

Karena sudah lelah, Mbak Rika lalu mengangkat handset telepon itu dengan nada marah, dan jengkel. “Halooo!!” bentak Mbak Rika, kesal.

“Ini siapa? Jangan bercanda dong! Saya lagi banyak kerjaan nih!” keluh Mbak Rika dengan nada tinggi.

Tiba-tiba, terdengarlah suara pelan dari ujung telepon, “Mbak, bisa tolong angkat kakinyaa? Rambut saya diinjak sama Mbak…” Suara itu pelan dan terbata-bata.

Secara refleks Mbak Rika melihat ke kolong meja kerjanya. Di sana ia melihat seorang anak perempuan kecil, yang rambut panjangnya sedang terinjak oleh kakinya sedang menatap dengan sorotan mata tajam dan merah menyala!!

Haaaaaahh! Jantungnya terasa mau copot, dan perutnya mulas tidak karuan. Dengan sekuat tenaga ia berlari ke luar ruangan. Tanpa memikirkan apapun, tas, barang pribadi, komputer dan pekerjaannya ia tinggalkan begitu saja.

Anehnya ketika ia sedang berlari keluar ruangan kantor, mendadak handset telepon lain yang berada di ruangan juga berbunyi secara bersamaan:

Tuuuuttt… Tuuuuttt…. Tuuuuuttt...“ Dan, seluruh ruangan mendadak berisik dengan suara dering telepon.

Setelah sampai di depan lift, Mbak Rika masih bisa mendengar dengan jelas suara dering telepon yang sangat menakutkan. Dan keesokan harinya, Mbak Rika langsung mengundurkan diri dari perusahaan, karena trauma dengan kejadian menyeramkan tadi malam.

Penulis buku Membangun SDM Indonesia Emas dan Tenang Aja

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait