Hujan Mortir dan Roket Kembali Terjadi di Gaza

Tandaseru – Militer Israel melaporkan bahwa mengatakan sekelompol militan di Jalur Gaza, Selasa (29/5/2018) menembakkan 25 mortir ke beberapa lokasi di Israel selatan. Hal itu yang diklaim menjadi alasan Israel menyerang lokasi-lokasi militan di Gaza, di hari yang sama.

Israel mengklaim digempur rangkaian serangan mortir dan roket dari perkampungan warga Palestina. Militer Israel mengatakan serangan udaranya menghantam 35 sasaran, termasuk sebuah terowongan bawah tanah milik Hamas , yang merupakan kelompok militan utama di Gaza.

Dilansir BBC, Rabu (30/5/2018), pernyataan militer itu mengatakan sebagian besar mortir dicegat oleh sistem pertahanan rudal Iron Dome (kubah baesi), sementara sebagian lainnya mendarat di daerah terbuka. Tidak ada laporan mengenai jatuhnya korban.

Sebuah taman kanak-kanak yang sedang kosong di Israel meniadi salah satu sasaran militan, yang menembakkan lebih dari 30 mortir dalam sehari.

Diketahui bahwa aksi saling serang terjadi setelah perbatasan Israel-Gaza diwarnai aksi kekerasan selama beberapa pekan yang memuncak pada Senin (14/5/2018). Korban tercatat 58 jiwa warga Palestina dalam satu hari sementara 2.700 lainnya cedera.

Selama beberapa pekan, warga Palestina menggelar aksi unjuk rasa di perbatasan untuk memperingati 70 tahun pengungsian besar-besaran atau yang disebut Nakba, setelah terbentuknya negara Israel.

Selama dua bulan telah terjadi ketegangan di sepanjang perbatasan karena warga Palestina mengadakan yang protes menyerukan hak untuk kembali ke tanah yang mereka tinggalkan ketika negara Israel diciptakan pada tahun 1948. Para pengunjuk rasa juga bersatu melawan blokade yang diberlakukan terhadap Gaza yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade serta relokasi kedutaan Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Kumpulan Berita Terkait