INALUM Siapkan 3,85 Miliar Dolar AS Ambil 51 Persen Saham Freeport

Tandaseru – Kesepakatan besaran dana yang dikeluarkan oleh PT. Indonesia Asahan Aluminium (Persero) untuk mengambil alih 51 persen saham PT Freeport Indonesia akhirnya bisa diputuskan.

INALUM akan merogoh kocek sebesar 3,85 miliar dolar AS. Sebelumnya nilai transaksi tersebut diperkirakan bernilai sebesar 3 hingga 4 miliar dolar AS.

Rinciannya sebesar 3,5 miliar untuk harga 40 persen participating interest milik Rio Tinto dan 350 juta dolar untuk mengambil alih 100 persen saham Freeport McMoran Inc(FCX) di PT Indocoper Investama yang memiliki 9,36 persen saham di PT Freeport Indonesia.

Pemerintah kemarin melalui INALUM telah menandatangani pokok-pokok perjanjian (Head of Agreement) dalam divestasi 51 persen saham.

“Melalui Head of Agreement (HoA) ini, kesepakatan ini akan mengikat. Kita minta Pak Budi Gunadi Sadikin(Dirut INALUM) untuk menyelesaikan perjanjian jual beli ini sampai akhir Juli 2018,” ujar Menteri BUMN, Rini Soemarno dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Kamis(12/7).

Dominasi kepemilikan saham Republik Indonesia terhadap Freeport menunggu finalisasi perincian joint venture agreement.

Setelah melakukan pembayaran, kemudian akan dikeluarkan Izin Usaha Pertambangan Khusus. IUPK baru akan terbit setelah divestasi dilakukan.

Sementara itu, Dirut INALUM, Budi Gunadi Sadikin enggan menyebutkan asal dari pendanaan untuk meraih kepemilikan saham Freeport menjadi 51 persen.

“Total banknya ada sebelas yang siap membantu mendanai transaksi ini tapi saya belum bisa bicara. Seperti yang disampaikan Ibu Menteri BUMN totak transaksinya 3,85 milyar dolar,” katanya pada kesempatan yang sama.

Budi juga tidak menyebutkan apakah total transaksi tersebut akan berasal dari pendanaan bank atau dari ekuitas holding BUMN pertambangan.

“Masih didiskusikan dengan banknya. Tetapi INALUM memiliki cashnya sendiri yang nendekati 1,5 miliar dolar AS,” tambahnya.

Kumpulan Berita Terkait