Indonesia Jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB, Ini Penjelasan Menlu

Tandaseru – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyampaikan rasa syukurnya atas hasil Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), yang menetapkan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB untuk periode 2019-2020 .

Indonesia mewakili Asia-Pasifik menggantikan Kazakhstan yang masa keanggotaannya akan berakhir 31 Desember 2018. Menurut Menlu dukungan tersebut tidak lepas dari rekam jejak diplomasi dan kontribusi nyata Indonesia bagi perdamaian, kemanusiaan dan kesejahteraan di kawasan dan global.

“Masyarakat internasional sangat menghargai rekam jejak Indonesia dan melihat demokrasi dan toleransi di Indonesia sebagai aset untuk Indonesia dapat berperan aktif di DK PBB,” ungkap Menlu.

Retno menjelaskan dukungan kepada Indonesia ini melebihi 2/3 dari anggota PBB. Dalam proses pemilihan tertutup, Indonesia berhasil memperoleh 144 suara dari jumlah keseluruhan 190 negara anggota PBB yang hadir, menyisihkan jauh suara yang diraih Maladewa sebanyak 46 suara.

“Ini adalah amanah masyarakat internasional kepada Indonesia. Terpilihnya Indonesia merupakan hasil kerja keras seluruh komponen bangsa khususnya para Diplomat Indonesia,” kata Menlu dalam pernyataannya yang disampaikan melalui video conference dari Markas PBB di New York, Jumat (8/6/2018) malam.

Menurut Menlu, dalam 2 hari terakhir menjelang pemilihan, tim kampanye pencalonan Indonesia telah melakukan pertemuan dengan hampir semua anggota PBB. “Saya sendiri telah melakukan lebih dari 40 pertemuan pada tingkat Menlu dan Duta Besar,” ujarnya.

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -