Ini Alasan Calon Pengantin Diwajibkan Tes Urine Sebelum Menikah di Jatim

Tandaseru – Dari data hasil survey yang dilakukan oleh LIPI bekerja sama dengan Puslitdatin, BNNP Jawa Timur. diperoleh angka prevalensi dari lingkungan pelajar sebesar 7.5% dari 4.638.297 siswa (347.872 siswa penyalahguna narkoba).

Sementara itu, untuk lingkungan pekerja diperoleh angka preva|ensi 2,80% dari 21.300423 orang (596,419 penyalahguna narkoba). Tingginya angka penyalahguna ini menjadikan pengawasan akan segala aspek yang bisa mengurangi faktor jumlah penyalahguna diperhatikan dari berbagai sisi dan sumber.

kecanduan narkotika

Salah satu yang diupayakan untuk menciptakan masa depan bangsa yang bebas dari penyalahgunaan narkotika adalah dengan melakukan pencegahan dan sosialiasi kepada orang tua atau calon orang tua dari anak agar semakin mengetahui bahaya penyalahgunaan narkotika.

Menyorot jumlah angka pernikahan yang cukup  tinggi di wilayah Jawa Timur, yaitu 294.573 jiwa (berdasarkan data sampai bulan November Kemenag Jatim) BNNP Jawa Timur memandang perlunya pendidikan atau edukasi para calon orang tua terkait bahaya narkoba melalui keberadaan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang menegaskan tentang perlunya tes urine bagi pasangan yang akan menikah dengan menggandeng Kanwil Kemenag Jatim.

“Karena pasangan yang baru menikah inilah yang kelak akan mempunyai keturunan yang akan menjadi pemimpin dan menjadi penerus bangsa kelak. Sehingga Kesadaran orang tua harus dibangun sejak dini, yaitu melalui adanya Tes Urine Narkotika saat sebelum menikah,” kata Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol Bambang Priyambadha.

Dia mengatakan pasangan yang kedapatan positif saat di tes urine. Bukan berarti tidak diperbolehkan menikah. “calon pengantin tetap melangsungkan proses pernikahan namun wajib melapor ke BNNP/BNN Kab/Kota/RSUD dan IPWL Puskesmas se-Provinsi Jawa Timur untuk dilakukan rehabilitasi,” jelasnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait