Ini Alasan Polisi Tahan Tersangka Kasus Dugaan Makar, Eggi Sudjana

Tandaseru – Tersangka kasus dugaan makar, Eggi Sudjana telah ditahan pihak kepolisian. Penahanan ini dilakukan setelah polisi melakukan pertimbangan tertentu, salah satunya agar tersangka tidak menghilangkan barang bukti.

“Keputusan penahanan itu wewenang penyidik. Pertimbangannya, jangan sampai yang bersangkutan (Eggi) menghilangkan barbuk, mengulangi perbuatannya atau melarikan diri,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Rabu (15/5).

Surat Perintah Penahanan Nomor: SP.HAN/587/V/2019/Ditreskrimum, tanggal 14 Mei 2019 dikeluarkan penyidik pada Selasa, 14 Mei 2019 malam. Namun, Eggi emoh meneken surat tersebut.

“Tersangka tidak mau menandatangani surat perintah penahanan dan berita acara penahanan,” ujar Argo.

Argo mengatakan, sebelum dilakukan penahanan penyidik terlebih dahulu membacakan surat perintah penahanan. Kemudian, mempersilakan Eggi membaca surat perintah penahanan tersebut.

Namun, setelah selesai membaca tersangka tidak mau menandatanganinya. Justru, menandatangani berita acara penolakan tanda tangan surat perintah penahanan dan berita acara penahanan.

Meski menolak untuk ditahan, Polda Metro Jaya tetap melakukanan penahanan terhadap Tim Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu. Dia ditahan selama 20 hari ke depan.

“Tersangka dimasukkan ke dalam Direktoratan Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Metro Jaya pada Selasa, 14 Mei 2019 pukul 23.00 WIB,” ucap Argo

Eggi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan makar pada Selasa, 7 Mei 2019. Penyidik menemukan sejumlah alat bukti yang cukup untuk Eggi, di antaranya, video Eggi yang menyuarakan people power dan bukti pemberitaan di media daring.

Penyidik juga sudah memeriksa enam saksi dan empat ahli. Keterangan tersebut kemudian dicocokkan dengan barang bukti dan dokumen yang telah disita.

Setelah penetapan tersangka, penyidik meringkus Eggi pada Selasa, 14 Mei 2019. Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu dinilai penting ditangkap untuk memenuhi prosedur penyidikan.

“Dalam penyidikan harus ada surat perintah penangkapan,” tutur Argo.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait