Ini Penjelasan BMKG Soal Gempa di Pantai Barat Sumatera Kemarin

Tandaseru – Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo 5,3 yang kemudian dimutakhirkan menjadi magnitudo 5,2 di Pantai Barat Sumatera pada 11 Agustus pukul 04.11 WIB kemarin akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,88 LS dan 99,3 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 97 km arah barat Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat pada kedalaman 53 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona Megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatera.

Konvergensi kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempa bumi yang sangat aktif di wilayah Sumatera. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran naik (Thrust Fault).

Dampak gempa bumi berdasarkan Peta Tingkat Guncangan (Shakemap BMKG) menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di daerah Padang Panjang, Pariaman, Padang dengan intensitas guncangan IV MMI (dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).

Pasaman dengan intensitas guncangan III MMI (Getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu), Bukittinggi dengan intensitas guncangan II-III MMI, Pesisir Selatan II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda yang digantung bergoyang). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.

Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan.

Mohon cermati dan terus berlatih langkah-langkah praktis untuk antisipasi bahaya gempabumi, baik pada saat persiapan sebelum gempa, saat dan setelah gempabumi.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (www.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (iOS dan Android “Info BMKG”).

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id