Ini Sikap PP Muhammadiyah pada Pemilu 2019

Tandaseru – Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan mengungdang Capres Jokowi dan Prabowo dalam sidang Tanwir Muhammadiyah di Bengkulu. Meski begitu, Muhammadiyah tidak akan terlibat dalam politik praktis dan akan tetap netral sebagai organisasi dakwah.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyebutkan pada sidang tersebut, Muhammadiyah tidak akan memberikan rekomendasi yang sifatnya dukungan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden baik 01 maupun 02.

“Sidang Tanwir nanti tidak akan memberikan rekomendasi yang sifatnya dukungan, baik kepada Paslon 01 maupun kepada 02, tapi lebih memberikan pikiran Muhammadiyah agar proses demokrasi berjalan lebih baik, proses Pemilu berjalan dengan aman, tertib dan lancar,” kata Mu’ti di kantor Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Senin (11/2).

Mu’ti juga menjelaskan, Muhammadiyah tetap pada prinsip dan kepribadiannya menjadi organisasi dakwah, tidak terlibat dalam politik praktis.

“Tentu Muhammadiyah tetap pada prinsip dan pada khittah serta pada kepribadiannya. Muhammadiyah menjadi organisasi dakwah yang tidak terlibat dalam politik praktis,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais melontarkan pernyataan hendak menjewer Haedar dalam acara Tabligh Akbar dan Resepsi Milad ke-106 Masehi Muhammadiyah di Islamic Center Surabaya, Selasa, 20 November 2018.

PP Muhammadiyah, menurut Amien, tak boleh diam saja atau tidak jelas sikapnya dalam menentukan pemimpin bangsa ini untuk periode 2019-2024.

“Sekali lagi, kalau sampai itu dilakukan maka saya jewer. Pemilihan presiden ini menentukan satu kursi dan jangan sampai bilang terserah,” kata Amien.

Mantan ketua umum DPP PAN itu juga meminta Muhammadiyah bersikap secara organisasi yang selanjutnya disampaikan ke umat. Sehingga sudah tidak terjadi lagi perdebatan dalam menentukan pilihan pada 17 April 2019.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait