Intip Yuk! Tiga Desa Aneh dan Unik di Belahan Dunia

JAKARTA (!) – Banyak sekali keunikan dan keanehan beberapa tempat tinggal di belahan dunia yang belum diketahui. Seperti beberapa desa yang berbeda dari desa pada umumnya.

Desa-desa ini memiliki karakteristik tersendiri loh. Mau tau apa saja keunikan dari desa ini dibanding desa lainnya? Simak disini yuk.

Desa Huanglo

Para wanita di desa Huangluo, Guangxi, Tiongkok yang dihuni Suku Yao Cina mempunyai rambut terpanjang di dunia yang hingga kini menjadi tradisi.

Setiap generasi dari wanita Yao menggunakan air sisa menanak nasi atau tajin untuk mencuci rambut mereka.

Terbukti mampu menciptakan rambut panjang nan indah selama berabad-abad.

Menurut Daily Health Post, air bekas memasak nasi tersebut mengandung antioksidan, vitamin E dan mineral yang mampu meningkatkan elastisitas dan kondisi rambut sehat. Sebagai simbol kehormatan dan kesejahteraan

Mereka pun mendapat museum rekor dunia Guiness World Record sebagai desa dengan rambut terpanjang. Panjang rambut di desa ini mencapai 1,7 meter sampai 2,1 meter.

Desa Viganella

Di Italia, ada sebuah desa yang menarik wisatawan karena keunikannya. Desa Viganella yang letaknya di dasar lembah ini hampir tidak pernah disinari matahari, musim dingin pun terasa luar biasa.

Hal ini lantas membangunkan ide sang kepala Giacomo Bonzani, seorang arsitek yang mencoba membuat cermin besar untuk pantulkan sinar matahari ke arah  Viganella.

Cermin ini dikendalikan oleh komputer agar bisa melacak sumber matahari. Viganella yang diartikan sebagai ‘matahari buatan’ pun semakin menjadi perhatian.

Tak hanya masyarakat Viganella, tapi juga para wisatawan yang tentu penasaran atas ide kreatif ini.

Desa Pikun Hogewey

Desa ini terletak di Weesp, Belanda. Dinamakan desa pikun karena penduduk yang tinggal di desa ini adalah para lansia yang terkena penyakit pikun.

Desa Hogewey yang sebenarnya panti jompo, namun kemudian didesain menyerupai desa. Sehingga para lansia tetap dapat melakukan aktivitas normalnya sehari-hari dengan mudah.

Meski begitu, para lansia tersebut tetap selalu dimonitor untuk menjaga keselamatan dan keamanan mereka.

Para lansia ini bahkan tak tahu jika desa itu, panti jompo yang dipantau 24 jam.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -