Pugar Makam Ketua Bhayangkari Pertama, Istri Kapolri Tak Lupa Sejarah

Tandaseru – Ada yang tahu siapa Ketua Bhayangkari Pertama di Indonesia? Dia adalah RA Titi Memet Tanuwidjaja. Baru-baru ini istri Kapolri pugar makam Ketua Bhayangkari pertama loh.

Ya, Ketua Umum Bhayangkari Tri Suswati Karnavian telah meresmikan pemugaran makam Ketua Umum Bhayangkari pertama di Tulungagung, Jawa Timur, tepatnya di Dusun Ngadirogo, Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol.

Bukan tanpa alasan Istri Kapolri Jenderal Tito Karnavian melakukan pemugaran makan. Lantaran ia ingin agar para anggota Bhayangkari di seluruh Indonesia tidak melupakan sejarah.

Tri Suswati mengingatkan kita agar menghargai jasa-jasa yang telah diberikan Titi. Tri menyebut Titi sebagai sosok wanita yang hebat.

Pasalnya sudah 66 tahun yang lalu sudah memikirkan organisasi istri anggota Polri dari seluruh Indonesia.

Tak hanya itu, diluar organisasi Titi bahkan menjadi wanita pertama yang mewakili Indonesia di Unicef PBB. Jelas saja Tri sangat mengagumi sosok Titi.

Titi Memet Tanumidjaja merupakan tokoh penting di balik berdirinya organisasi Bhayangkari bersama dua rekannya yang lain, yakni istri Kapolri pertama HL Soekanto serta Ny Suwito.

Wanita hebat ini dinilai layak menjadi salah satu teladan anggota Bhayangkari. Tak hanya menjadi pendamping anggota Polri, dia pun mampu berprestasi dan mengembangkan potensinya sehingga membanggakan Indonesia.

Kembali pada sejarah organisasi Bhayangkari, Titi Memet Tanumidjaja merupakan istri dari jenderal bintang dua.

Titi ditunjuk oleh istri Kapolri Pertama HL Soekanto untuk memimpin organisasi istri anggota Polri di seluruh Indonesia untuk pertama kalinya. Titi menjadi ketua Bhayangkari pada periode 1952-1954.

Tri Suswati Karnavian mengatakan bahwa tantangan pada saat awal didirikan organisasi ini untuk membantu berjuang demi kemerdekaan. Saat ini tentu dalam bentuk yang lain, yakni membantu dalam merengkuh kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Organisasi wanita ini memiliki peranan penting untuk kepolisian, terutama untuk membantu melaksanakan program-program yang positif.

“Misalkan saat ini kami bersama-sama Bhayangkari seluruh Indonesia bersatu untuk membantu korban musibah di NTB, saat ini sudah terkumpul Rp 2,5 miliar untuk kami dibagikan 500 anggota Polri yang terkena musibah di NTB,” jelas Tri.

Sementara salah satu keluarga Titi, Roy Sasongko, mengapresiasi pemugaran makam. Namun bukan semata-mata karena pemugarannya, tetapi karena makamnya yang masih di perhatikan meski berada di daerah terpencil.

Bagaimana menurut Anda? kini tak hanya sosok Titi Memet Tanumidjaja saja yang menginspirasi ya.

Tri Suswati juga bisa menjadi panutan kaum muda di Indonesia karena saat istri kapolri pugar makam Ketua Bhayangkari, kita pun jadi teringat akan sejarah Indonesia.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait