Jadi Tim Penguji Disertasi Irjen Boy Rafli, Kapolri Cecar 4 Pertanyaan

Tandaseru – Kapolri Jenderal Polisi H. Muhammad Tito Karnavian menjadi dewan penguji dalam sidang terbuka promosi Doktor Ilmu Komunikasi Walemdiklat Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar di Universitas Padjajaran, Bandung pada Rabu (14/8).

Jenderal Tito hadir untuk menjadi tamu tim penguji disertasi Boy Rafli yang berjudul “Integrasi Manajemen Media Dalam Strategi Humas Polri Sebagai Aktualisasi Promoter. Dalam hal ini, Kapolri memberikan 4 pertanyaan untuk menguji disertasi itu.

“Pertanyaan pertama, bagaimana pandangan saudara tentang demokrasi di Indonesia saat ini, apakah demokrasi liberal atau demokrasi pancasila?,” tanya Jenderal Tito di lokasi, Rabu (14/8).

Pertanyaan selanjutnya ia menanyakan seberapa besar perngaruh manajemen media dalam membentuk Polri. Perntayaan ketiga adalah terkait dengan munculnya media sosial dan media konvensional yang sudah ada.

“Terakhir bagaimana pandangan terhadap eksistensi UU ITE saat ini khususnya dalam rangka penegakkan hukum?,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Irjen Pol Boy Rafli Amar menjawab seluruh pertanyaan oleh tim sidang dengan baik berdasarkan hasil disertasi yang merujuk kepada berbagai teori dan konsep Ilmu Komunikasi.

Namun, mantan Kapolda Metro Jaya ini menyebut dalam disertasi Boy, ia menilai permasalahan cenderung melebar tanpa ada fokus permasalahan. Dia juga melihat dalam disertasinya, belum terlihat apakah menemukan teori baru atau mematahkan teori yang sudah ada.

“Disertasi S3 seharusnya isinya sudah harus men-change teori. Men-chage itu menemukan teori baru atau paling mudah varian baru. Kedua mematahkan teori yang ada atau ketiga menemukan teori baru,” jelasnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait