Jawaban Tegas Indonesia Soal Ancaman Amerika Serikat

JAKARTA (!) – Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan resolusi yang menolak pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Resolusi ini keluar karena mayoritas negara anggota menentang keras pengakuan yang dimotori Amerika Serikat ini.

Total adan 128 negara menolak, di mana Indonesia termasuk di dalamnya. Kemudian, 10 negara mendukung AS dan 35 negara menyatakan abstain.

Keluarnya resolusi ini membuat Presiden AS Donald John Trump mengancam akan memotong hibah bantuan keuangan untuk negara-negara yang menolak ikut dengannya.

Menanggapi ancaman tersebut, Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Ekonomi Pertahanan, Bondan Tiara Sofyan, menegaskan, Indonesia tidak akan didikte oleh negara asing untuk urusan apapun, termasuk untuk urusan pertahanan.

Ia mengklaim, soal ancaman pemotongan dana hibah oleh AS tersebut telah dibahas dalam rapat koordinasi nasional yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto beberapa waktu lalu.

AS Ancam Indonesia.
Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Ekonomi Pertahanan, Bondan Tiara Sofyan.

Dalam rapat itu telah disepakati bahwa pemotongan dana hibah tidak berpengaruh terhadap anggaran militer Indonesia.

“Sejauh ini kami jalan seperti biasa. Kita negara besar yang tidak bisa disetir semudah itu,” kata Bondan di Jakarta.

Meski begitu, Bondan mengakui ancaman itu bisa berpengaruh pada pemutusan kerja sama Indonesia dan AS dalam pengembangan pesawat tempur generasi 4,5 KFX/IFX antara Indonesia dan Korea Selatan.

Dalam kerja sama itu, ia menuturkan, perusahaan besar di bidang pertahanan dan kedirgantaraan asal AS, Lockheed Martin, menyumbang teknologi pembuatan pesawat tempur seperti sistem avionik.

Namun, Kementerian Pertahanan tak mengkhawatirkan kemungkinan tersebut.

“Sekali lagi saya tegaskan. Kita adalah negara yang memiliki kedaulatan dan tidak bisa diinjak-injak negara lain. Kita bisa beli dari negara lain. Kita punya kebebasan,” tegasnya.

Kumpulan Berita Terkait