Jelang Pelantikan Presiden, Kapolda Metro Minta Intelijen Deteksi Dini Semua Kerawanan

Tandaseru – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono meminta tim intelejen menditeksi secara dini kerawanan yang akan terjadi nantinya jelang pelantikan Presidenn dan Wakil Presiden terpilih pada 20 Oktober mendatang.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono dalam upacara pemberian penghargaan ke anggota berprestasi di Polda Metro Jaya pagi ini meminta anggotanya untuk siap menyiapkan pengamanan dalam pelantikan presiden mendatang. Dia meminta anggotanya melihat situasi-situasi kerawanan saat pelantikan presiden berlangsung.

“Sebentar lagi tanggal 20 ada pelantikan Bapak Presiden, Bapak Jokowi dan Bapak KH Ma’ruf Amin sebagai presiden yang terpilih di pemilu yang baru,” kata Gatot di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (9/10).

“Rekan-rekan sudah ketahui potensi kerawanan apa yang sudah kita hadapi. Mari kita persiapkan semuanya dengan baik,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, dia meminta tim intelijen Polda Metro Jaya melakukan diteksi dini tentang apa saja yang akan terjadi saat pelantikan presiden berlangsung. Hal itu untuk mengantisipasi para anggota yang akan melakukan pengamanan.

“Intelijen tolong dilakukan diteksi dini tentang hal apa yang akan terjadi. Kemudian Karo Ops siapakan langkah keamanan agar siap mengantisipasi sehingga kita nggak terdadak,” kata Gatot.

Gatot mengatakan antisipasi sejak dini lebih baik dilakukan oleh anggotanya. Sebab, ganguan-gangguan yang akan muncul nantinya dapat diminimalisir.

“Kalau kita terdadak itu nggak baik dan nggak bagus. Tapi kalau kita sudah antisipasi semuanya, kita dapat minimalisir gangguan yang lebih besar,” kata Gatot.

Pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih akan dilaksanakan pada 20 Oktober 2019. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sebelumnya pernah menyebut ada pihak yang berharap situasi memanas menjelang pelantikan. Ada juga pihak yang ingin menjegal pelantikan Jokowi.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait