Kapolri: Ada Tiga Alasan Penting Indonesia Ikut Andil di FATF

Tandaseru – Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian mengatakan tiga alasan penting Indonesia andil dalam Financial Action Task Force (FATF).

Salah satunya adalah komitmen Indonesia mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang TPPU dan pendanaan terorisme baik di dalam negeri maupun dalam kerjasama dengan negara lain.

“Pertama, Indonesia menjadi sejajar dengan negara-negara lain, khususnya G20. Kedua, dengan hasil evaluasi yang baik, akan mendorong peningkatan rating investment grade Indonesia, sehingga berperan dalam meningkatnya investasi, transaksi bilateral dan resiprokal,” jelas Tito.

Kapolri menyampaikan hal tersebut dalam acara Asia Pasific on Money Laundering Annual Meeting ke-21 di Kathmandu, Nepal,  saat membahas tentang evaluasi negara-negara yang menjadi bagian dari Financial Action Task Force (FATF), Selasa (24/7/2018).

Tito menjadi salah satu pembawa materi. Dia membahas pentingnya kerja sama regional dalam melawan pendanaan teroris, ‘The Importance of Regional Cooperation on Combating Terrorist Financing’.

Tito mengatakan tujuannya untuk memberikan gambaran tentang kerja sama kawasan dalam menanggulangi terorisme, juga akan memberikan dukungan secara langsung kepada tim Delegasi RI yang dipimpin oleh kepala PPATK sehingga bisa memberikan keyakinan kepada pihak penilai FATF bahwa Indonesia serius dan sangat mendukung dalam menunjang upaya yang dilakukan RI guna menjadi anggota FATF.

Asia Pacific Group on Money Laundering (APG ML) adalah organisasi perkumpulan pemerintah yang terdiri dari 41 negara anggota, termasuk Indonesia.

Organisasi ini berupaya untuk memastikan setiap negara anggota berperan secara aktif melaksanakan standar tindakan yang telah ditetapkan dalam kebijakan anti pencucian uang, pendanaan teroris dan penyebaran pendanaan senjata pemusnah massal.

“Hasil ini memberi sinyal yang kuat tentang komitmen Indonesia terhadap upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme, baik di jurisdiksi Indonesia maupun dalam rangka kerjasama regional dan Internasional,” ungkap Tito.

“Agenda tambahan yaitu pelaksanaan penilaian FATF terhadap beberapa negara guna dievaluasi dan menentukan potensinya menjadi anggota FATF, salah satunya Indonesia. Bagi Indonesia menjadi bagian dalam keanggotaan FATF sangat penting,” kata Tito di Hotel Crowne, Kathmandu, Nepal, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu (25/7/2018).

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -