Kapolri: Keberagaman Tidak Dikelola dengan Baik, Jadi Awal Perpecahan

YOGYAKARTA (!) – Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian menjadi narasumber pada seminar nasional dalam rangka Dies Natalis ke-68 Universitas Gadjah Mada di Balai Senat UGM, Yogyakarta, Selasa (19/12).

Kapolri menyebutkan tantangan yang dihadapi  saat ini menyangkut potensi gangguan kamtibmas . Antara lain munculnya potensi konflik sosial, peredaran narkotika yang sangat tinggi, serta terorisme dan radikalisme.

Untuk mengawasi konflik tersebut kata Tito harus meminimalkan potensi potensi yang muncul. Makin banyak perbedaan makin besar potensi konflik.

“Karunia Tuhan yang terbesar kepada bangsa ini adalah selama 72 tahun, kita tetap menjadi bangsa yang utuh,” terang Kapolri dalam paparannya bertema Revitalisasi Patriotisme untuk Bela Bangsa dan Negara.

Kapolri di ugm
(istimewa)

Menurut Kapolri, Indonesia memiliki ragam suku, bahasa, adat, budaya, maupun agama. Saat ini Indonesia masih bersatu karena semangat sumpah pemuda 1928 dan Proklamasi Kemerdekaan 1945.

“Selama 72 tahun  Indonesia berdiri, sampai sekarang masih survive. Keberagaman ini jika tidak dikelola dengan baik, maka menjadi awal dari perpecahan,” ungkapnya.

Kapolri menambahkan, potensi konflik di Asia Tenggara relatif kecil. Lebih kecil dibandingkan dengan ketegangan yang terjadi di Semanjung Korea, Afganistan dengan tetanggganya, serta konflik di Timur Tengah akhir akhir ini.

Asia Tenggara adalah region yang sangat aman dibanding region yang lain. Karena ada organisasi Asean di kawasan ini.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait