Kapolri Siapkan Sanksi untuk Personel Berswafoto dengan Capres-Cawapres

Tandaseru – Kapolri Jenderal H. Muhammad Tito Karnavian mengeluarkan maklumat kepada seluruh jajarannya terkait pemilihan umum 2019 mendatang. Dia meminta agar Korps Bhayangkara netral dalam pesta demokrasi terbesar itu.

Jenderal Tito mengatakan, dirinya akan memberikan sanksi tegas apabila instruksinya dilanggar. Sekalipun hanya berfoto ria dengan salah satu pasangan calon. Baik calon presiden hingga kepala daerah.

“Ada sanksinya, tidak boleh berfoto dengan paslon, ikut dalam kampanye dan lain-lain,” sebutnya di Auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Tak tanggung-tanggung, saksi yang diberikan bisa berupa pemecatan apabila yang dilakukan anggotanya fatal. “Sanksinya bisa mulai dari teguran, demosi, sampai dipecat,” tegasnya.

Kapokri hari ini memanggil seluruh Kepala Kepolisian Daerah di PTIK. Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat Letjen Tatang Sulaiman juga hadir mewakili Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Pangdam Jaya hingga komandan korem juga hadir.

Adapun mereka berkumpul guna menggelar rapat koordinasi Operasi Mantap Brata 2018 guna menyukseskan Pemilu 2019 mendatang. Netralitas antar kedua institusi juga ditegaskan.

Seluruh kepala satuan wilayah juga diminta membuat rencana operasi bersama. Lali melakukan sinergi setiap kewilayahan Polda, Kodam, dan Korem dengan membuat rencana serta simulasi bersama. Terakhir, berusaha membuat pesta demokrasi menjadi aman, tertib dan nyaman.

“Tidak terjadi konflik apalagi mengorbankan perpecahan. Itu yang kita jaga. Karena Polri-TNI memiliki komitmen yang sama. Bicara NKRI, persatuan bangsa, bagi Polri dan TNI itu harga mati,” tukas Jenderal Tito.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -