Kapolri: Program Promoter Gaet Kepercayaan Publik 82,9 Persen

Tandaseru – Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian menyebutkan berkat program Profesional, Modern, dan Terpercaya (Promoter) yang dicanangkannya telah mengambil kepercayaan publik sebesar 82,9 persen.

Hal ini dikatakan didepan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, dan petinggi negara lainnya saat acara syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 72 di Istora Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu (11/7/2018).

“Berbagai upaya perbaikan yang dilaksanakan oleh Polri melalui program Promoter telah memberikan dampak positif yang sangat signifikan. Sebagai tindak lanjut dari program reformasi internal yang telah dilaksanakan sebelumnya, program Promoter dibangun melalui pendekatan profesionalisme dan modernisasi guna meraih kepercayaan publik,” kata Tito di lokasi, Rabu (11/7/2018).

Angka kepercayaan publik meningkat setelah dua tahun Program Promoter dijalankan. Hal ini terlihat saat instansi Polri masuk dalam tiga besar instansi dengan kepercayaan publik terbaik di Indonesia.

“Pada survei yang dilaksanakan Litbang Kompas pada akhir Juni 2016, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri hanya 63,2 persen. Setelah satu tahun pelaksanaan program Promoter, survei Populi Center pada Agustus 2017 menunjukkan adanya perbaikan kinerja Polri, di mana 67,6 persen responden puas dengan kinerja Polri,” jelasnya.

“Selanjutnya survei Litbang Kompas pada Oktober 2017 menempatkan Polri sebagai lembaga yang dipercaya ranking ketiga teratas dengan tingkat kepuasan 70,2 persen,” sambungnya.

Berdasarkan kedua survei tersebut, mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ini menuturkan publik mulai percaya dengan instansi Polri.

“Survei yang dilaksanakan Alvara Research Center pada Mei 2018, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri menurut riset ini mencapai 78,8 persen. Dan yang terakhir survei Litbang Kompas pada Juni 2018 menunjukkan kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,9 persen,” jelasnya.

Lebih lanjut, Jenderal Tito menyebutkan hasil survei terhadap instansi Polri juga dilakukan lembaga survei dari luar negeri. Hasilnya, menempatkan Negara Indonesia masuk dalam sepuluh besar negara teraman dari 142 negara yang ada.

“The Gallup Organization, sebuah lembaga survei papan atas yang berbasis di Amerika Serikat, melalui 2018 Global Law and Order Survey mengungkap bahwa Indonesia berada pada peringkat ke-9 negara teraman,” tutur Tito

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -