Dikasih Rokok, Mucikari: Petugas Keamanan Kalibata City Tutup Mulut

Tandaseru – Salah satu tersangka berinisial S alias Obay, mucikari praktek prostitusi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan mengaku petugas keamanan di apartemen itu sudah mengetahui dan mengizinkan adanya praktek esek-esek itu dengan memberi upah rokok untuk tutup mulut.

“Keamanan pasti ada. Saya sudah kenal bang, (satpam) sudah tau (ada prostitusi) cuma dia minta rokok doang. Ibaratnya untuk tutup mulut. Manajemen itu tidak tau apa-apa, jadi yag tau itu cuma satpam pengamanan di situ,” kata Obay kepada Tandaseru.id, Sabtu (11/8/2018).

Dia mengaku jika dari 18 tower yang berada di Apartemen Kalibata City, terdapat lima tower yang dijadikan tempat praktek prostitusi. Setiap tower itu, terdapat dua petugas keamanan yang mengetahui praktek terlarang itu. Para satpam ini sudah bekerja sama dengan memberi informasi jika polisi ingin melakukan penggerebekan di apartemen itu.

“Kalau tidak salah waktu itu temen saya ada yang ngomong dari satpam hati-hati lu, bae-bae suka ada penggerebekan tiba-tiba, jadi sudah harus hati-hati, jadi dia (satpam) tidak mau disalahin kalau tertangkap,” jelasnya.

Pengungkapan kasus prostitusi anak-anak di bawah umur itu dilakukan setelah polisi menggerebek kamar di Apartemen Kalibata City, Tower Flamboyan, Lantai 21 AH pada Kamis (2/8/2018).

Polisi pun menangkap tiga tersangka berinisial S alias O, T alias O, dan R yang berperan sebagai mucikari dalam bisnis prostitusi tersebut. Setidaknya ada 17 unit di beberapa tower Kalibata City yang digunakan para tersangka sebagai rumah bordil.

Dari penggerebekan itu, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa tiga buah telepon genggam, bukti transfer uang dan sejumlah kondom bekas yang sudah terpakai.

Dalam kasus ini, para mucikari yang ditangkap dijerat Pasal 296 KUHP tentang Tindak Pidana Prostitusi dan Pasal 506 KUHP tentang Penyedia Perbuatan Cabul dengan hukuman satu tahun penjara.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id