Kasus Dana Kemah PII, Polisi Jemput Bola Periksa Saksi

Tandaseru – Penyidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi dalam kasus dugaan penyelewengan dana kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia (PII) tahun 2017 dengan cara menjemput bola.

Pasalnya, sejumlah saksi berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta mengingat kegiatan pada tahun 2017 lalu itu digelar di sana. Kata Adi hingga kini pemeriksaan saksi-saksi masih terus dilakukan.

“Pemanggilan, pemeriksaan tetap berjalan kepada pihak-pihak yang ada kaitannya dengan dana kemah itu. Untuk percepatan kita langsungg ke Jogja,” kata Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Adi Deriyan saat dikonfirmasi, Jumat (15/3).

Sejauh ini, lanjutnya belasan saksi sudah dimintai keterangannya. Mereka yang dimintai keterangan adalah orang-orang yang masuk dalam struktur kepanitiaan acara dana kemah.

“Semua, kan setiap panitia, koordinator wilayahnya yang menghadirkan dari beberapa daerah, karena yang menghadirkan. Beberapa daerah itu akan menyampaikan keterangan berapa peserta yang hadir, kemudian berapa biaya yang dikeluarkan, sehingga nilainya jadi jelas,” ucapnya.

Sebelumnya, dana penyelenggaraan Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia pada 2017, diduga bermasalah. Laporan dugaan penyimpangan itu sedang ditangani Polda Metro Jaya.

Panitia Kemah Pemuda mengembalikan uang sebesar Rp2 miliar kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang menjadi penyedia anggaran acara tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pihaknya telah memiliki bukti cukup untuk menindaklanjuti laporan dugaan penyimpangan dana ini.

“Ini kan, kegiatan tahun 2017. Kami sudah ada bukti permulaan, yang cukup diduga adanya penyimpangan anggaran daripada kegiatan kemah yang dilaksanakan Kemenpora tahun anggaran 2017. Kalau ada pengembalian uang, tidak menghilangkan tindak pidananya,” kata Argo.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait