Kasus Penganiayaan Nenek Kon Siw Lie, Jaksa Tuntut Terdakwa 2 Bulan Penjara

Tandaseru – Sidang lanjutan kasus penganiayaan yang dilakukan terdakwa Sanny Suharli (69) terhadap tetangganya bernama Kon Siw Lie dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Kamis (16/5).

Dalam tuntutannya, JPU menuntut hukuman kurungan penjara kepada terdakwa selama dua bulan. Padahal, terdakwa dijerat dengan pasal 351 KUHP dimana ancamannya 2 tahun 8 bulan.

“Kami tuntut terdakwa dengan kurungan penjara dua bulan,” kata JPU Rumata Rosininta Sianya dalam sidang Kamis (16/5).

Alasan yang meringankan, usia terdakwa saat ini sudah memasuki 69 tahun, terdakwa bersikap baik selama persidangan dan terdakwa belum pernah melakukan tindak kejahatan atau kriminal lain. “Itu tuntutan yang kami ajukan. Terimakasih,” tegas dia.

Sementara itu, Kon Siw Lie merasa keberatan dengan tuntutan yang diberikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang memberikan hukuman kepada Sanny Suharli begitu ringan. Sebab, kata dia dari tuntutan itu akan dipotong masa tahanan.

“Terus berapa lama dia jalani kurungan penjara? Sebulan doang dong?,” kata dia saat dikonfirmasi.

Wanita lanjut usia ini pun merasa ketidakadilan karena hukuman yang diberikan kepada penganiayaan dirinya tak sebanding dengan perbuatan yang dilakukan oleh dirinya.

“JPU berikan tuntutan 2 bulan atas dasar apa?. Ini tidak adil, hukuman tidak sesuai dengan perbuatan yang dilakukan ke saya. Kami meminta keadilan supaya Majelis Hakim vonis kurungan penjara terhadap Sunny seberat beratnya,” ucapnya.

Untuk informasi, pemukulan yang dialami Kon Siw Lie itu terjadi di depan rumah korban pada 3 Juni 2018 silam. Pemukulan itu diawali oleh permasalahan parkir mobil.

Adapun hubungan antara korban dan terdakwa merupakan tetangga satu komplek di Taman Daan Mogot, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait