Keagungan Ramadhan dan Idul Fitri

Oleh Dr Andry Wibowo, Sik, MH, Msi

 

Syaum Ramadhan Telah Usai. Bulan pernah berkah, bulan penuh rahmah, bulan kontemplasi diri dalam rangka meningkatkan kesalehan diri bertumpu pada pengendalian hawa nafsu sebagai jihad akbar bagi kaum beriman.

Sungguh hebat Islam dalam membentuk karakter dan kepribadian muslim yang mengutamakan pengendalian diri sebagai titik pijak sikap dan perilaku pengikutnya.

Ramadhan usai dan tibalah Syawal, bulan besar yang bermakna kembali kepada kesucian, kembali kepada kebersihan, kembali kepada fitrah diri yaitu diri yang alamiah tanpa dosa sebagaimana bayi yang baru dilahirkan ke muka bumi.

Sungguh agungnya Idul Fitri, kesucian yang menjadi kutub sikap dan perilaku diperkuat dengan saling memberi dalam zakat fitrah dan sedekah, saling peduli (berkirim kiriman ketupat dan makanan lebaran), saling memaafkan dalam silaturahmi sosial berdimensi kultural yang amat menyentuh sisi sisi kemanusiaan yang islami.

Momentum persaudaraan

Idul Fitri yang agung menjadi momentum persaudaraan yang hakiki di antara semua anak manusia yang merayakannya.

Tradisi dan etika sosial terbangun saat merayakan Idul Fitri, yang muda mendatangi yang tua, kerabat saling berjabat tangan, semua mengakui kesalahan dan meleburnya dalam tradisi saling maaf memaafkan.

Ramadhan dan Idul Fitri adalah mekanisme Tuhan untuk membentuk karakater kesalehan yang agung dimana pengendalian diri, intropeksi diri dan peduli akan sesama.

Ini menjadi tumpuan bagi terwujudnya masyarakat yang rukun, beretika, peduli sebagai kekuatan sosial yang utama dalam membangun peradaban yang agung, unggul dan penuh kegembiraan.

Selamat merayakan Idul Fitri, semoga keagungan Ramadhan dan Idul Fitri menjadi berkah bagi kita semua dan mampu menjadi titik tolak kepribadian bangsa Indonesia sesungguhnya.

Kumpulan Berita Terkait