Kementerian ESDM: BBM yang Mayoritas Digunakan Masyarakat Tidak Naik

Tandaseru – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mayoritas digunakan masyarakat seperti premium, solar, minyak Tanah, dan pertalite, tidak mengalami kenaikan seperti harga pertamax.

Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM, Yulia Rahmawati, menjelaskan, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 43 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 191 Tahun 2014, BBM khusus Penugasan yang didistribusikan pada wilayah penugasan, harga ditetapkan pemerintah, tidak bersubsidi dan diberikan biaya tambahan pendistribusian.

“Contohnya adalah premium yang didistribusikan di seluruh Indonesia sesuai Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 1851 Tahun 2018,” kata Yulia pada Forum Tematik Badan Koordinasi Hubungan Kemasyarakatan (Bakohumas) dengan tema, Kebijakan Penyediaan dan Harga BBM serta LPG Nasional, di Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/7/2018).

Sedangkan harga jual eceran jenis BBM umum, lanjut Yulia, ditetapkan oleh Badan Usaha dan wajib dilaporkan kepada Menteri, seperti yang dilakukan oleh Vivo, Shell, dan Total.

Di SPBU Jabodetabek dijelaskannya harga pertalite (RON 90) Pertamina harga Rp7.800, shell reguler Rp9.300 dan Total Performance Rp9.200. Untuk pertamax (RON 92) Pertamina Rp9.500, super (92) Shell yakni Rp9.950 sedangkan total performance (92) Rp10.200.

Sementara itu, untuk pertamax turbo (RON 98) Pertamina Rp10.700, v power (95) Shell Rp11.250, dan performance (95) Rp11.350. Kalau untuk Pertamina Dex Rp10.500, Diesel Shell Rp11.150, dan Performance (90) Diesel Total Rp11.300 serta Dexlite Pertamina sebesar Rp9.000,” kata Yulia.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -