Kementerian PUPR Kembangkan Tiga Teknologi Aspal Karet

Tandaseru – Kementerian PUPR melalui Pusat Penelitian Jalan dan Jembatan (Pusjatan), Balitbang telah mengembangkan 3 teknologi aspal karet yakni aspal karet alam cair (Lateks), aspal karet alam padat (Masterbatch) dan aspal serbuk alam teraktivasi (Askat).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan ketiga teknologi tersebut telah diujicoba, yakni Lateks di ruas jalan Ciawi-Sukabumi, Masterbatch di ruas jalan bogor-Parung dan Askat di ruas jalan Batas Karawang–Batas Cikampek.

Di Sumatera Selatan pada tahun 2018, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V Palembang, Ditjen Bina Marga juga telah melakukan uji coba aspal karet di ruas jalan Muara Beliti-Tebing Tinggi–Lahat, Sumatera Selatan sepanjang 4,37 Km dari total panjang ruas 183 Km dengan anggaran sebesar Rp 30,55 miliar.

Menurut Basuki Kementerian PUPR pada tahun 2019 telah memprogramkan pembelian bahan olahan karet rakyat (Bokar). Diantaranya di Provinsi Palembang direncakanan sebanyak 1.096 ton dari 13.300 petani dengan harga Rp 8.500 per kg.

“Hingga awal Maret 2019 telah terealisasi sebanyak 170 ton dari 1.578 petani dengan kisaran harga antara Rp7.700–Rp11.100 per kg,” ungkapnya.

Di Provinsi Jambi direncanakan sebanyak 586 ton dari 7.700 petani dengan harga Rp8.500 per kg dan sudah terealisasi 24,55 ton dari 205 petani seharga Rp9.000–Rp 9.500 per kg. Kemudian di Provinsi Lampung ditargetkan sebanyak 835 ton dari 11.000 petani dengan harga Rp 8.500 per kg baru terealisasi sebanyak 20 ton dari 139 petani.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait