Kenali Tradisi Unik Sambut Gerhana Bulan di Berbagai Suku Yuk!

JAKARTA (!) – Di Indonesia ada beberapa tradisi unik sambut gerhana bulan yang akan berlangsung nanti malam loh. Nggak ada salahnya kan, selagi menunggu, menambah pengetahuan soal tradisi suku-suku di Indonesia?

Mulai dari suku Dayak sampai suku Bugis punya tradisi unik saat menyambut kedatangan gerhana bulan. Kepo pasti kan?

Membuat Nasi Liwet

Tradisi ini biasa dilakukan masyarakat Jawa, terutama bagi para ibu hamil. Pada upacara tersebut ibu hamil atau bisa juga kerabatnya akan menanak nasi.

Ketika gerhana total, tetua kampung menyuruh para ibu hamil tersebut menggigit pecahan genteng sembari mengelus-elus perut mereka.

Selanjutnya, mereka akan tiga kali masuk ke kolong tempat tidur sambil menggigit pecahan genteng tersebut.

Sedangkan, anak-anak yang hadir diminta bergelantungan di pohon, pada halaman tempat upacara liwet berlangsung. Tradisi tersebut bermakna harapan agar bayi dalam kandungan akan terlahir sempurna serta tanpa cacat.

Menumbuk Lesung

Tradisi ini juga nggak kalah unik, masih dari tanah Jawa. Masyarakat di sana percaya akan mitos tentang raksasa Batara Kala yang jahat menelan bulan.

Oleh sebab itu, pada saat gerhana mereka menjalani tradisi memukul lesung padi sebagai simbol pengeroyokan terhadap Batara Kala tersebut. Dengan begitu Batara Kala akan merasa geli serta mual, jadi dia akan memuntahkan bulan yang ditelannya itu.

Memukul Kentongan

Ketika gerhana bulan, maka waktunya bagi masyarakat Dayak membunyikan gong. Bukan hanya gong, masyarakat suku tersebut juga dapat membunyikan benda lainnya guna membuat bulan kembali muncul.

Para penduduk suku Dayak meyakini gerhana terjadi akibat makhluk gaib, Ruhu, yang telah memakan bulan. Tradisi serupa juga dilakukan masyarakat Tidore.

Masyarakat di sana akan memukul kentongan yang disebut juga tradisi Dolo-dolo. Kentongan yang terbuat dari bambu akan dipukul bersamaan ketika gerhana bulan, untuk mengusir raksasa penelan bulan.

Mencuri Beras Tetangga

Mencuri beras saat gerhana rupanya dilegalkan bagi masyarakat suku Bugis. Hal tersebut adalah tradisi sambut gerhana bulan, yang dicuri dari tetangga pun cukup segenggam tangan saja.

Hal tersebut adalah warisan nenek moyang suku Bugis, terutama masyarakat di Kabupaten Bone. Tidak boleh ada yang marah berasnya dicuri, dan setelah itu beras tersebut diolah jadi bedak.

Masyarakat Bugis pun percaya, bedak hasil dari beras curian yang dioleskan bisa mempercantik wajah yang menggunakannya!

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -