Kepala Sekolah Ini Diberhentikan Usai Menuduh Bom Surabaya Rekayasa

Tandaseru – Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kalimantan Barat, berinisal FSA, diberhentikan lantaran menuduh bom Surabaya rekayasa di media sosial.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kayong Utara, Kalimantan Barat, Romi Wijaya, pihaknya akan menerbitkan surat pemberhentian sementara terhadap FSA.

“Yang bersangkutan akan diberhentikan sementara karena (statusnya) baru tersangka, bukan terpidana,” kata Wijaya kepada sejumlah wartawan, di Kalimantan Barat, Kamis (17/5/2018).

Nantinya, jika sudah ada putusan FSA bersalah dari hakim di pengadilan, maka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan memberhentikan FSA secara definitif.

Saat ini, sambil menunggu berjalannya proses hukum, Dinas Pendidikan Kayong Utara telah menunjuk Pelaksana Harian Kepala Sekolah untuk menggantikan tugas FSA.

Sehingga, kegiatan belajar mengajar di sekolah tempat FSA menjabat tidak terganggu aktivitas belajar mengajarnya.

Sebelumnya, FSA diamankan Reskrim Polres Kayong Utara usai mengatakan aksi bom di Surabaya adalah rekayasa dan hanya pengalihan isu di Facebook miliknya.

FSA bahkan menyebut teror bom tersebut hanya rekayasa yang sengaja dibuat untuk merusak citra salah satu agama sebagai penglihan isu 2019 Ganti Presiden.

Kumpulan Berita Terkait