KH Ma’ruf: Tanpa Jokowi, tak Ada Hari Santri

Tandaseru – Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin mengatakan bahwa diperingatinya Hari Santri Nasional 22 Oktober tak lepas dari peran Presiden Jokowi.
“Tak ada Jokowi, maka tak ada Hari Santri nasional,” kata Ma’ruf Amin di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Selasa (23/10).
Atas perannya tersebut, Ma’ruf pun meminta agar Presiden Jokowi diapresiasi atas upayanya menetapkan 22 Oktober sebagai hari santri nasional. Dengan kata lain Jokowi dianggap yang membawa Pemerintah mengakui peran santri di dalam usaha kemerdekaan bangsa.
“Santri harus menegaskan perannya dalam perjalanan bangsa ke depan,” kata Ketua Umum MUI tersebut. Presiden Jokowi diketahui menetapkan hari santri berdasarkan Keputusan Presiden nomor 22 tahun 2015.
Keberadaan Ma’ruf Amin ke Kalimantan setelah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pendamping Jokowi di Pemilu 2019. Kedatangan terakhir Ma’ruf ke kalimantan terjadi sekitar seminggu sebelum penetapan, saat itu dia datang ke Kota Pontianak.
“Hari ini saya akan melakukan kegiatan di Bumi Kalimantan, khususnya di Palangkaraya. Kunjungan saya ini masih terkait dengan Hari Santri,” kata Ma’ruf.
Mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu menjelaskan bahwa hari santri nasional penting sebagai pengingat peran santri dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Dengan itu, santri wajib mengambil peran dalam mengisi pembangunan bangsa. Apalagi di era global dan digital ini, dimana ada kecenderungan hoaks serta politik adu domba yang merajalela.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -