Kompetisi Soeratin U13 dan U15 Piala Kapolda Maluku Mendapat Atensi PSSI

Tandaseru – Kompetisi Soeratin U13 dan U15 Piala Kapolda Maluku mendapat perhatian Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), ditandai dengan kehadiran para petinggi PSSI pada laga final di Stadion Matawaru, Maluku Tengah, Minggu (2/12).

Petinggi PSSI tersebut, yakni Waketum Djoko Driyono dan Komite Eksekutif Pusat Dirk Soplanit, Technical Consultan FIFA Mr. Dato Yap Nyim King dan Consultan PS Bhayangkara Demis.

Final Piala Kapolda Maluku mempertemukan partai U13, Nusa Ina FC vs Pelauw Putra, dan partai U15 yang mempertemukan Nusa Ina FC vs Louhoru VC.

Pertandingan final U13 dimenangkan oleh Pelauw Putra dengan skor akhir 3-0, sedangkanfFinal U15 dimenangkan oleh Nusa Ina FC dengan skor 1 0.

Sebelum masuk ke partai final U15, Kompetisi Soeratin yang merebutkan Piala Kapolda Maluku ini diisi dengan partai eksebisi. Partai ini mempertemukan PSA All Star vs Tulehu Putra All Star.

PSA dipimpin kapten keseblasan yaitu Kapolda Maluku Irjen Pol. Royke Lumowa, sementara di tubuh Tulehu Putra kaptennya Waketum PSSI Djoko Driyono dengan skor akhir 0-0.

Piala Kapolda Maluku
(istimewa)

Kapolda Maluku mengatakan, kehadiran para pejabat dan pengambil kebijakan penting di dunia sepakbola Indonesia ini untuk melihat talenta muda dan berbakat asal Provinsi Maluku.

“Tentu kehadiran mereka untuk melihat permainan sepakbola anak-anak muda Maluku. Semoga di partai final, ini terdapat beberapa pemain yang diambil untuk dibina sebagai pemain profesional,” kata Kapolda.

Dia menyatakan sepakbola bukan saja mengandalkan taktik, strategi, dan fisik, tetapi juga harus memiliki mentalitas sebagai bagian terpenting yang harus dijaga menuju sportivitas pemain yang profesional.

“Usia muda ini merupakan usia pembentukan mental pemain. Sehingga ke depan dapat berprestasi membawa nama harum Maluku dan Indonesia ke depan,” ujar Irjen Royke.

Kapolda dan Waketum PSSi kemudian menyerahkan medali dan piala bergilir Kapolda kepada para pemenang.

eksebisi Piala Kapolda Maluku
(istimewa)

Dalam kata sambutannya, Djoko Driyono menyatakan tidak pernah ada hasil positif yang bisa dipetik tanpa melalui proses menanam, yakni melalui mekanisme pelatihan yang baik.

“Dalam sepakbola, tidak ada hasil yang dipetik tanpa ditanam. Usia muda inilah harus ditanam dengan proses-proses latihan secara berjenjang, agar nantinya dapat dipetik dengan hasil yang baik dan memuaskan,” harapnya.

Dengan adanya kompetisi usia muda yang sering digulirkan, Djoko berharap ke depan, Maluku bisa tampil di devisi utama persepakbolaan di Indonesia.

“Saya berharap ke depan Maluku bisa bermain, baik di devisi dua maupun devisi utama liga Indonesia,” pintanya.

Sekjen Asprof PSSI Maluku Sofyan Lestaluhu menyampaikan ucapan terima kasih kepada Polda Maluku, khususnya Kapolda Maluku, yang peduli dengan perkembangan sepakbola Maluku.

“Atas semangat dan dorongan Pak Kapolda untuk mengembangkan sepakbola di Maluku, saya menyampaikan terima kasih banyak,” ungkap Sofyan.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait