Komplotan Sejati

Pagi itu saya sedang menghadiri pertemuan orang tua murid di ruang serba guna milik sekolah. Acara pertemuan ini dihadiri sekitar seratusan orang tua murid dan tentu saja seluruh guru dan kepala sekolah sebagai tuan rumah.

Sekitar 30 menit pertama, acara diisi dengan pembukaan, penjelasan, rencana yang akan dilakukan oleh sekolah sampai akhirnya ke acara tanya jawab dengan para orang tua murid.

Pagi itu mayoritas orang tua murid terlihat bahagia, saya lihat wajah para Ibu dan Bapak yang hadir telah mengisi seluruh kursi yang tersedia dari kursi paling atas sampai bawah.

Ruangan penuh dengan aura cerah serta penuh canda, namun mendadak semua mata tertuju kepada seorang Ibu yang mengangkat tangannya karena beliau ingin bertanya.

Setelah diberikan mikrofon, beliau pun bertanya dengan singkat “Saya ingin bertanya bagaimana komitmen sekolah terhadap pendidikan anak-anak penyandang disabilitas untuk mendapatkan pendidikan khusus? Apa yang sudah dilakukan sekolah sebagai pembekalan untuk anak-anak lain atau teman seusianya yang tidak menyandang disabilitas? Karena saya lihat banyak teman-teman sekelas dan anak lainnya justru belum siap, dan mereka juga sepertinya tidak tahu bagaimana menjadi sahabat yang baik bagi temannya yang menyandang disabilitas.”

Ruangan yang penuh dengan orang tua murid dan para guru itu langsung hening dan sunyi. Terasa sekali kalau banyak pendengar yang berusaha mencerna makna atau pesan apa yang ingin disampaikan oleh Ibu yang bertanya tadi.

Selesai mendengar pertanyaan Ibu tadi, ingatan saya langsung terbang ke masa sekolah dulu. Sejak duduk di bangku SMP, SMA sampai dengan Perguruan Tinggi saya selalu memiliki teman-teman baik yang menyandang disabilitas.

Sepanjang yang bisa saya ingat, mereka juga selalu bisa bergaul dan diterima dengan hangat bersama anak-anak lain.

Seperti umumnya dunia sekolah, banyak kegiatan yang kami lakukan bersama-sama seperti perkemahan, acara memasak, berburu foto dst dimana teman-teman saya penyandang disabilitas juga turut berpartisipasi bersama sahabat yang lain.

Arti Komplotan Sejati

Jadi apa yang mengusik batin saya? Setelah saya cerna pelan-pelan, ternyata kalimat “…mereka juga sepertinya tidak tahu bagaimana menjadi sahabat yang baik bagi temannya yang menyandang disabilitas.” – Jadi pertanyaannya adalah apa arti sebenarnya dari seorang sahabat atau teman sejati?

Kalau topik ini sepertinya sudah banyak orang yang berbicara tentang nilai dari sebuah persahabatan walau belum tentu mengerti apa hakekat sebenarnya. Bagi saya persahabatan adalah komplotan, sebuah ikatan yang tidak terlihat di mana kita tidak perlu formalitas satu sama lain.

Lalu bagaimana dan siapa yang kita anggap sebagai komplotan sejati? Mudah sebenarnya, terlepas dari statusnya, latar belakang, bahkan juga tidak ada urusan dengan penyandang disabilitas atau bukan.

Komplotan itu adalah jika orang yang Anda bicarakan sudah dianggap seperti anggota keluarga Anda sendiri, ketika hubungan Anda dengannya mencapai tahap yang bahkan jika Anda putus komunikasi dengannya selama kurun waktu tertentu, persahabatan Anda masih tetap hangat dan akrab seperti sedia kala.

Komplotan sejati tidak harus selalu bertemu atau melakukan tatap muka secara fisik, karena kepercayaan antara komplotan sejati adalah sedemikian rupa sehingga jika satu teman sedang berada dalam kesulitan, komplotan yang lain tidak akan berpikir dua kali untuk membantu.

Bagi mereka, pemisahan letak geografis hanyalah bagian dari dinamika kehidupan. Hal semacam itu tidak akan mempengaruhi persahabatan dan kekompakan mereka.

Komplotan selalu menemukan caranya sendiri untuk tetap saling berhubungan, bahkan di tengah sibuknya pekerjaan sehari-hari yang sering membosankan.

Komplotan atau persahabatan sejati memiliki ikatan yang sangat kuat, bahkan ia tumbuh lebih baik seiring berjalannya waktu. Persahabatan sejati tumbuh dengan kepercayaan, inspirasi dan kenyamanan.

Komplotan sejati mampu mengenali dan langsung tahu, ketika rekannya sedang dalam kesulitan hanya dengan mendengarkan kata “Halo” melalui telepon.

Komplotan juga dapat memahami keheningan satu sama lain. Mereka memiliki kekuatan magis telepatis yang sulit difahami, sehingga saling tahu kekuatan, kelemahan serta menghargai perbedaan satu sama lain.

Mereka bukan oportunis, karena hubungannya ditandai dengan tidak mementingkan diri sendiri. Sahabat-sahabat terbaik di belahan bumi manapun saling mendukung.

Tidak mudah untuk mendapatkan teman atau komplotan sejati dalam kehidupan ini. Jika Anda memiliki satu saja komplotan sejati, maka anggaplah diri Anda sebagai orang yang beruntung.

Secara reflek saya mencari nama komplotan lama di nomor handphone, ia adalah seorang penyandang disabilitas yang memiliki talenta luar biasa dalam dunia fotografi. Segera saya kirim pesan whatsapp untuk menanyakan bagaimana kabar dan berada dimana ia sekarang.

Perasaan saya mendadak tidak nyaman, karena display picture-nya diganti hitam dan gelap total. Saya menunggu sekitar 5 menit, kemudian masuk pesan balasan yang isinya “Apa kabar Mas? Ini istrinya Andreas, mohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya dan ikhlaskan.

Andreas sudah berpulang minggu lalu, almarhum menghembuskan nafas terakhir ketika sedang tidur dan dimakamkan di pemakaman keluarga di Surabaya”

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun… Salah satu komplotan terbaik saya telah berpulang dalam tidurnya yang panjang, saya bersaksi bahwa ia adalah orang baik, menjalani kehidupannya dengan baik serta penuh dengan keindahan lahir dan batin. Semoga kami dapat berjumpa kembali dalam kehidupan yang lain.

Saya sangat berterima kasih atas pertanyaan dari Ibu orang tua murid kelas 7 di ruang serba guna tadi. Kita tahu kalau semua teman adalah baik, terlepas teman kita adalah orang yang cerdas, atletis, penyandang disabilitas, humoris atau tukang buat onar dst tetapi tidak semua teman baik bisa menjadi komplotan sejati.

Dalam kehidupan dunia yang serba cepat dan penuh dengan citra ini, saya bersyukur masih ada beberapa orang yang pantas untuk kita ajak berteman. Mereka ini harus kita akui bahkan hormati sebagai komplotan sejati untuk seumur hidup.

 

Penulis buku Membangun SDM Indonesia Emas dan Tenang Aja

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait