KPK Imbau Mantan Wabup Malang Penuhi Panggilan

Tandaseru – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan mantan Wakil Bupati Malang Subhan agar memenuhi panggilan pemeriksaan.

Semestinya Subhan pada Kamis (12/7/2018) dijadwalkan ulang pemeriksaan sebagai tersangka terkait kasus dugaan gratifikasi di Kabupaten Mojokerto

“Kami ingatkan agar saksi koperatif,” ujar Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (12/7/2018).

Penyidik, kata Febri, perlu mengklarifikasi terkait aliran dana dan pengetahuan saksi terkait proses perijinan pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto Tahun 2015 serta aliran dana ke tersangka Bupati nonaktif Mojokerto Mustapa Kemal Pasha.

Sebelumnya, di awal Juli, pada tanggal (2/7) sampai (4/7) KPK telah mengagendakan pemeriksaan terhasap Subhan. Namun saksi tidak hadir tanpa keterangan.

Kemudian pada Rabu (11/7) kemarin KPK kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap Subhan. Namun yang bersangkutan tidak datang dan telah minta agar dijadwal ulang pada Kamis (14/7) hari ini.

“Namun, hingga sore ini, kami belum mendapat pemberitahuan dari saksi terkait alasan tidak bisa hadir,” ucap Febri.

KPK telah menetapkan tiga tersangka, yakni Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa, Direktur Operasi PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) Onggo Wijaya dan permit and regulatory Division Head PT Tower Bersama Infrastructure (Tower Bersama Group) Ockyanto.

Mustofa yang merupakan Bupati Mojokerto periode 2010-2015 dan 2016-2021 diduga menerima hadiah atau janji dari Ockyanto dan Onggo Wijaya terkait pengurusan Izin IPPR dan IMB atas pembangunan Menara Telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto Tahun 2015.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -