KPK Kirim Sejumlah Nama ke Tim Satgas Teror Novel

Tandaseru – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku sudah menerima kabar tim satuan tugas khusus (Satgasus) yang dibentuk Polri untuk mengusut tuntas kasus teror terhadap penyidik senior Novel Baswedan.

KPK mengaku sudah sudah mengutus sejumlah pegawai dari unsur penindakan, pengawas internal dan biro hukum untuk bergabung dengan tim bentukan Polri tersebut.

“Menugaskan sejumlah pegawai baik dari unsur penindakan, ataupun di pengawas internal atau dari biro hukum,” kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (11/1) malam.

Diketahui, Kapolri Jenderal Tito Karnavian pembentukan tim gabungan satgasus. Tim tersebut dibentuk melalui surat bernomor Sgas/3/I/HUK.6.6/2019 tertanggal 8 Januari 2019.

Dalam surat yang ditandatangani Tito tim gabungan ini terdiri atas 65 anggota yang terdiri dari sejumlah unsur seperti Polri, KPK, berbagai ahli, dan tokoh masyarakat.

Sejumlah ahli yang dilibatkan dalam tim tersebut, di antaranya peneliti LIPI Hermawan Sulistyo, Ketua Umum Ikatan Sarjana Hukum Indonesia Amzulian Rivai, Ketua Setara Institute Hendardi, Komisioner Kompolnas Poengky Indarti, Komisioner Komnas HAM periode 2012-2017 Nur Kholis. Sementara dari unsur KPK, terdapat lima orang yang dilibatkan.

Febri mengatakan penugasan tim akan dilakukan berdasarkan penugasan pimpinan KPK. Tim tersebut akan berkoordinasi dengan tim yang dibentuk oleh Polri. Febri mengatakan, koordinasi bisa dilakukan di berbagai tempat, baik Gedung KPK, Polri, atau tempat lain.

Dikatakan, KPK tidak mempersoalkan jumlah anggota maupun bentuk tim yang dibentuk Polri. KPK hanya berharap tim baru ini bisa menemukan pelaku penyerangan Novel.

Pembentukan tim ini merupakan salah satu rekomendasi yang disampaikan Komnas HAM kepada Polri. Sementara untuk KPK, Komnas HAM merekomendasikan penelusuran perbuatan obstruction of justice atau menghalangi penegakan hukum terkait kasus Novel dan melakukan mitigasi risiko pengamanan. Febri mengatakan, mitigasi risiko terus dilakukan dan diperbaiki KPK.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait