Kunci dalam Menjalankan Kehidupan, Bersyukur

Tandaseru – Kunci dalam menjalani kehidupan, hanya satu selalu bersyukur dan tetap ingat kepada Allah SWT. Dalam menjalani kehidupan, tentu ada riak dan juga tantangan. Sama pula, saat menjalani sebuah pekerjaan. Misalnya menjadi pemangku kebijakan.

Tentu banyak permasalahan yang harus dicarikan solusinya, dan, itu tak gampang. Apalagi jadi pemimpin, entah itu pemimpin instansi, daerah, kementerian atau bahkan pemimpin negara. Bangsa Indonesia, adalah bangsa yang besar. Masalah yang dihadapi begitu kompleks. Ini butuh komitmen juga tekad. Serta ikhtiar yang tiada henti.

“Kita mengalami  sebuah kompleksitas mulai permasalahan kita, keluarga kita, lingkungan, masyarakat, bangsa dan negara, betapa kompleksnya. Kuncinya menyerahkan kepada Allah tapi juga harus dibarengi dengan  upaya kita, selalu  berusaha (berikhtiar),” ungkap Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo tentang wejangan kehidupan saat berbicara di acara seminar yang digelar di Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Jumat (25/5/2018).

Yang jadi polisi atau TNI, katanya, tak sekedar mengurusi masalah keamanan atau penegakan hukum. Demikian juga walikota atau bupati. Sebagai pemimpin tugas utamanya adalah menggerakkan dan  mengorganisir masyarakat yang ada. Dan jangan pernah mengeluh. Tugas seberat apapun harus dijalani dengan ikhlas.

“Kalau kita enggak semeleh ya repot. Saya karena semeleh ini lah Alhamdulillah saya sudah memecahkan rekor MURI saya lolos enam  periode jadi anggota DPR. Mulai 1986 sebagai anggota DPR sebagai pengemban misi sospol ABRI sampai jadi Ketua KNPI, sampai jadi Sekjen partai, Ketua Fraksi dan sekarang dipercaya Pak Jokowi sebagai Mendagri. Kuncinya kita harus kerja harus menyerahkan diri kepada Allah,  kepada kita yakini dan dukungan keluarga itu penting,” tuturnya.

Sekarang lanjut Tjahjo, usianya tak muda lagi, sudah mencapai  60 tahun. Sudah 20 tahun lebih ia berkecimpung di dunia politik dengan segala dinamikanya. Ia bersyukur, masih bisa memberi sumbangsih pada negara.  ” Resepnya dukungan keluarga,” katanya.

Ajaran agama kata dia, tentu jadi salah satu pegangan dalam melangkah dan bertindak. Misalnya yang muslim, tentu rujukannya adalah ajaran Islam. Pasrah, ikhlas dan berikhtiar semata kepada Allah. Selalu eling akan keberadaan Tuhan. Dan, meminta pertolongan hanya kepadaNya.

“Saya kalau pas lagi sendiri lagi santai saya pasti terus berdoa Allah bersamaku, Allah membimbingku,  Allah menolongku. Ya Allah aku ingin sukses, aku yakin dapat sukses berkat bimbingan dan pertolonganMu ya Allah, langsung masuk alfatihah.

Itu terus mau tidur, bangun tidur, kalau dimobil ucapkan itu. Saya bersyukur sampai 30 tahun berkiprah lolos enggak ada masalah- masalah hukum yang ada di DPR sampai sekarang ini,” tuturnya.

Sebagai seorang muslim, sebagai anak bangsa, lanjut Tjahjo, ia merasa perlu untuk saling mengingatkan. Salah satu yang ingatkan Tjahjo, hormati orang tua masing-masing. Terutama untuk para mahasiswa. Sebab orang tua dengan doa dan ikhtiarnya selalu ingin anaknya menjadi yang terbaik. Berguna bagi bangsa dan agamanya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -