Langgar Privasi, Konsumen Uni Eropa Tuntut Google

Tandaseru – Lembaga Konsumen Belanda, Polandia dan lima negara Uni Eropa lainnya sama-sama menuntut Google lantaran telah melakukan pelanggaran privasi penggunanya.

Seperti dikutip Reuters, Kamis (29/11/2018), Google diduga melanggar Undang-undang Privasi karena melakukan pelacakan terhadap pergerakan jutaan penggunanya.

Konsumen asal Eropa kini telah berdiskusi dengan Organisasi Konsumen Eropa (BEUC) atas aksi Google tersebut.

“Praktik yang tidak adil ini membuat konsumen tidak tahu terhadap apa yang dilakukan Google,” kata BEUC yang berbicara atas nama Lembaga Konsumen Uni Eropa.

BEUC juga menyatakan paktik Google ini tidak sesuai dengan General Data Protection Regulation (GDPR) atau peraturan perlindungan data umum para penggunanya.

Pada kasus ini, BEUC merasa Google tidak memiliki dasar hukum yang tepat untuk meproses data para penggunanya.

Atas tindakannya ini, diprediksi Google akan memperoleh denda hingga empat persen dari pendapatannya secara global.

Menanggapi hal itu, Google melalui juru bicaranya mengatakan pihaknya membebaskan untuk menghidupkan dan mamtikan fitur-fitur seperti Riwayat Lokasi dan lain sebagainya.

Hanya saja, jika fitur-fitur tersebut dimatikan, maka Google tidak dapat membantu penggunanya mengakses layanan-layanan seperti perkiraan lalu lintas dan lainnya.

“Kami terus berupaya untuk meningkatkan kontrol kami, dan kami akan membaca laporan ini dengan cermat untuk melihat apakah ada hal-hal yang dapat ikut,” jelasnya.

Perlu diketahui, saat ini Google tidak hanya mendapatkan tuntutan pelanggaran privasi dari Uni Eropa saja, di Amerika pun Google tengah menghadapi tuntutan yang sama.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait