Libur Panjang, Tarif Parkir Dipatok Juru Parkir Sesuka Hati

YOGYAKARTA (!) – Libur panjang, baik hari besar nasional atau hari raya agama para pengunjung selalu memadati tempat wisata di tanah air.  Bahkan, pengguna kendaraan pribadi untuk berlibur tercatat cukup banyak memenuhi kota wisata bersama keluarga.

Namun, keluhan sering muncul dari para pengunjung atau wisatawan yang ingin berlibur dan menikmati suasana tempat wisata di kota maupun di kawasan tertentu. Keluhan yang cukup dominan adalah tarif masuk tempat wisata dan tarif parkir.

Tarif parkir yang melonjak hingga puluhan bahkan ratusan ribu pernah terjadi pada sebuah tempat wisata, bahkan dengan beraninya mereka (tukang parkir) menyebutkan mendapat  beking dari oknum aparat setempat.

“Saat mau berkunjung ke Keraton di Cirebon, saya hendak memarkir kendaraan mobil di sebuah lahan parkir tidak jauh dari pasar dan tidak jauh juga dari Keraton Cirebon. Tukang parkir meminta jasa Rp75.000,  saya terpaksa mencari tempat parkir lain,” ujar Poniman.

Kejadian hampir serupa juga dialami Herton saat berkunjung ke Malioboro, Yogyakarta. “Saya diarahkan ke satu tempat parkir, ada beberapa mobil parkir di sana. Usai menikmati suasana di Malioboro bersama keluarga, saya ambil kendaraan, ternyata bayar parkir Rp20.000,” ujar Herton karyawan swasta di Jakarta yang berlibur di Yogyakarta.

Sebelumnya, kata Herton parkir di dekat Keraton Yogya dikenai Rp10.000. “Ini mungkin masih masuk akal, tetapi yang di Malioboro terlalu mahal rasanya,” tuturnya.

Momentum libur panjang seperti akhir tahun 2017 ini ternyata memunculkan persoalan parkir. Keberadaan parkir liar yang mematok tarif mahal sehingga dikeluhkan wisatawan seperti di Cirebon dan Yogyakarta.  Namun, di Yogyakarta para tukang parkir liar sudah diultimatum oleh pemda setempat.

“Saya minta agar seluruh juru parkir liar itu masuk daftar hitam, tidak ada toleransi karena sudah diingatkan berulang-ulang. Mereka tidak lagi diperbolehkan mengelola parkir,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Selasa (26/12).

Menurut dia, salah satu titik parkir liar dengan tarif tidak wajar saat libur panjang akhir tahun terdapat di jalan lingkar sekeliling Alun-Alun Utara Yogyakarta. Di lokasi tersebut, tarif parkir untuk mobil dipatok Rp20.000 dan Rp40.000 untuk kendaraan travel wisata.

Ia mengatakan, selain tidak mengantongi izin untuk mengelola parkir di Alun-Alun Utara Yogyakarta, juru parkir di lokasi tersebut juga melanggar aturan karena kawasan Alun-Alun Utara adalah lokasi larangan parkir.

“Juru parkir tersebut tidak hanya merugikan wisatawan yang menggunakan jasa parkir tetapi juga bisa merusak citra Yogyakarta. Oleh karena itu, mereka harus ditindak tegas agar benar-benar jera dan tidak mengulangi lagi perbuatannya,” katanya.

Ketua Pusat Studi Pariwisata UGM M Baiquni mengatakan, permasalahan klasik tentang parkir harus ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Yogyakarta dengan melakukan penataan.

“Penataan dilakukan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya di lapangan sehingga bisa menyelesaikan permasalahan hingga tuntas,” katanya.