Lifting Migas Nasional Semester II 2019 akan Dioptimalkan

Tandaseru – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) akan mengoptimalkan lifting migas nasional pada semester II 2019.

“Diharapkan lifting migas dapat lebih optimal pada Semester II 2019. Untuk lifting gas juga akan bertambah karena masih ada 6 proyek GAS hingga akhir 2019, dengan estimasi tambahan 280 mmscfd di semester II,” Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi, di Jakarta, Kamis (11/7).

Selain itu, katanya tambahan produksi minyak secara total sekitar 10.000 bopd, mulai Kuartal IV 2019, juga dari Blok Merangin II, dengan tambahan produksi sekitar 1.500 bopd dari produksi eksisting di awal tahun 2019.

Untuk gas, penyerapan oleh buyer cukup menentukan salah satunya cargo LNG di Bontang belum terserap maksimal. Beberapa sumur pengembangan baru, antara lain di Mahakam dan Pangkah, juga masih belum memberikan outputproduksi yang optimal.

Diharapkan, pengeboran sumur baru di Semester II 2019 akan meningkat seiring dengan estimasi kebutuhan energi yang lebih besar di Semester II 2019.

Sampai akhir Semester I, proyek Gas di TSB Phase 2 dan Seng Segat juga sudah onstream dengan tambahan produksi total 220 mmscfd yang diserap oleh buyer domestik.

Saat ini SKK Migas menyebutkan realisasi operasional lifting migas nasional mencapai 1,8 juta boepd (barrel oil ekuivalen per day) atau sebesar 90% dari target lifting nasional.

“Laporan SKK Migas menyebutkan lifting migas hingga akhir Juni 2019 sudah mencapai 90%, rinciannya lifting minyak 752 ribu bopd (barrel oil per day) atau 97% dari

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait