Tak Terima Ditegur, Mahasiswa asal Papua Bentrok dengan Warga di Malang

Tandaseru – Sedikitnya 11 oknum mahasiswa asal Papua di Kota Malang, Jawa Timur, terlibat bentrok dengan warga pada Kamis (15/8). Bentrokan dipicu ketidaknyamanan warga atas aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut.

“Warga sudah memperingatkan mereka secara baik-baik agar jangan teriak-teriak karena menggangu masyarakat, tapi teguran itu direspons emosi dan terjadilah bentrokan ini,” kata salah satu warga Malang bernama Wanto.

Dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan sambil berjalan dan melakukan orasi itu, para mahasiswa asal Papua itu meneriakkan kata-kata “Papua bebas dari NKRI” dan “Papua merdeka.”

Dalam bentrokan tersebut, kedua massa saling lempar batu dan kayu sehingga dari aparat kepolisian langsung melakukan penitupan jalan utama kota Malang.

“Jika tidak ditutup kasihan warga pengguna jalan yang tak tahu apa-apa bisa terkena lemparan dan untung saja polisi melakukan penutupan jalan utama tersebut,” ujar Wanto.

Kapolres Malang AKBP Asfuri menuturkan, bentrokan diduga karena warga merasa tidak nyaman atas adanya aksi unjuk rasa tersebut.

“Mereka melakukan aksi terkait perjanjian antara Amerika dan Indonesia, tetapi di tengah perjalanan menuju Balai Kota Malang, pengunjuk rasa bertemu dengan masyarakat yang merasa terganggu dengan aksi itu hingga terjadilah bentrok,” katanya.

Akibat bentrokan ini, aparat gabungan TNI dan Polri disiagakan di lokasi kejadian dan kini kondisi Kota Malang sudah berjalan nornal kembali.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id