Makan 75 Kali, Jamaah Haji Indonesia Nggak Perlu Banyak Bawa Bekal

Tandaseru – Kementerian Agama menyebutkan jamaah haji tidak perlu membawa bekal bahan makanan terlalu banyak selama di Arab Saudi karena dilakukan peningkatan signifikan layanan katering tahun 2018.

Kasubdit Katering Haji Abdullah Yunus mengatakan dengan rata-rata dua kali makan sehari, layanan katering di Arab Saudi hampir mencapai 90 persen dari masa tinggal jamaah di Saudi.

“Jamaah akan menerima layanan katering sebanyak 75 kali selama di Arab Saudi,” kata Abdullah dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (30/6/2018).

Dia mengatakan dengan layanan katering itu membuat jamaah haji tidak perlu terlalu repot membawa atau mencari bekal saat menunaikan ibadah haji. Jumlah makan 75 kali itu itu, kata dia, lebih banyak dibanding tahun lalu bagi jamaah yang hanya 60 kali.

“Jamaah hanya lima hari tidak mendapat layanan katering, yaitu pada tanggal 5-7 Dzulhijah serta 14-15 Dzulhijah,” katanya.

Pelayanan katering itu, lanjut dia, terbagi sebanyak 40 kali makan di Makkah, sekali di bandara, 18 kali di Madinah dan 16 kali saat fase puncak haji di Arafah-Muzdalifah-Mina (Armina).

Dia mengingatkan jamaah agar tidak menunda makan saat layanan katering sudah diterima. Paket katering harus dimakan sebelum batas waktu makan yang tertera pada kemasan. Berikut ini daftar distribusi katering jemaah haji sesuai wilayah di Arab Saudi.

Madinah Makan siang didistribusikan pukul 10.00-13.00 waktu Arab Saudi (WAS). Untuk makan malam, distribusi pukul 16.00-20.00 WAS. Makkah Makan siang didistribusikan pukul 08.00-11.00 WAS.

Makan malam dikirim ke pemondokan jamaah mulai 17.00-21.00 WAS.  Armina. Makan pagi didistribusikan pukul 06.00-09.00 WAS. Makan siang 11.00-13.00 WAS. Makan malam dikirim 17.00 – 19.00 WAS.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -