Mantan Panglima TNI Sebut Artificial Intelligence Ancam Kedaulatan Indonesia

JAKARTA (!) – Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal (Purn) Moeldoko mengingatkan soal ancaman yang berasal dari perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan mesin pembelajaran (machine learning/ML) terhadap keamanan negara.

“Kalau mereka bisa menciptakan komunitas baru yang produktif, ya, itu tidak apa-apa. Tapi, bagi mereka yang tidak mendapatkan tempat sebagaimana mestinya, maka mereka bisa menciptakan komunitas yang membahayakan kedaulatan Indonesia,” kata pria yang kini menjabat Kepala Staf Presiden.

Kekhawatiran Moeldoko juga dilatarbelakangi oleh kemungkinan semakin sempitnya lapangan pekerjaan di era perkembangan AI dan ML ini.

Oleh karena itu, ia meminta anak muda terus berinovasi dan memanfaatkan ruang berkreasi untuk menciptakan komunitas baru yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Ia juga berharap tidak dibatasinya ruang inovasi bagi generasi produktif ini. Apalagi, Indonesia akan menghadapi bonus demografi pada 2025-2030.

Artificial Intelligence.
Tentara masa depan bagian dari kecerdasan buatan.

“Itu bisa jadi peluang dan ancaman. Pertanyaannya kepada negara adalah bagaimana memberikan ruang yang cukup pada orang-orang hebat ini?” jelasnya.

Moeldoko juga menyambut baik semangat model bisnis anak muda yang peduli pada lingkungan sosialnya. Model bisnis ini dikenal sebagai socio-entreprenuership.

Ia pun menekankan bahwa perubahan dan inovasi adalah menjadi keniscayaan saat ini. Menurutnya, dunia saat ini serba cepat dan
haus akan inovasi.

“Saya melihat sekarang anak muda ideologinya adalah perubahan dan inovasi. Kalau tidak berinovasi, ya, mati,” ungkapnya, menegaskan.

Berkembangnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) memang memiliki dua sisi. Satu sisi, memudahkan manusia beraktivitas sehari-hari.

Namun, sisi lain, kalau tidak bisa mengendalikan, maka AI akan menciptakan ‘peristiwa terburuk dalam sejarah peradaban manusia’.

Kumpulan Berita Terkait