Ma’ruf Amin Minta Polri Cegah Radikalisme dan Intoleran di Indonesia

Tandaseru – Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis mendampingi Wakil Presiden RI menghadiri kuliah umum Sespimti Dikreg ke-28 Tahun 2019 di Gedung The Tribrata Jakarta Selatan.

Acara tersebut bertema ‘Pembangunan Sumber Daya Manusia yang Unggul dan Pancasilais Guna Menyongsong Indonesia Emas’. Kapolri menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wakil Presiden atas berkenan hadir dalam memberikan kuliah umum.

Wapres K.H. Ma’ruf Amin meminta Polri mencegah radikalisme di Indonesia dan mengatasi persoalan yang menyangkut hal-hal intoleran. “Kita harus mencegah ada kelompok yang keluar dari komitmen kebangsaan, radikalisme, dan intoleran,” kata Ma’ruf Amin.

“Radikalisme itu bukan soal pakaian, tapi cara berpikir, cara bersikap, perilaku, dan cara bertindak. Upaya yang harus kita lakukan, (ialah) meluruskan cara berpikir, sikap bertindak, dan gerakan-gerakannya. Perlu ada upaya intensif tentang kontraradikalisme dan deradikalisasi,” lanjut Ma’ruf.

Ma’ruf Amin mengingatkan soal ancaman khilafah, namun dia memastikan khilafah tak akan masuk ke Indonesia. Sebab paham tersebut tak diterima.

“Pertanyaannya kenapa khilafah ditolak di RI? Bukan ditolak tapi tertolak, kalau tertolak memang tak bisa masuk. Bukan karena Islami, (atau) tak Islami,” kata Ma’ruf.

Alasannya, kata Ma’ruf, paham khilafah tak sesuai dengan kehidupan di Indonesia dan perlu ada cara untuk menyamakan pemahaman Islam untuk masyarakat Indonesia.

“Secara proporsional khilafah tertolak karena menyalahi kesepakatan (bahwa) Indonesia adalah NKRI. Kalau itu jadi khilafah maka tidak NKRI lagi, negara kesatuan khilafah Indonesia,” kata Ma’ruf Amin.

Menurut Wapres perlu diluruskan pemahamannya. “Islam kita itu Islam kaffah, utuh tapi ada kesepakatannya, kesepakatan nasional. Jadi penting untuk kita, komitmen kebangsaan harus diperkuat,” lanjutnya.

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait