Pertama di Jakarta, Masjid Apung Ancol Habiskan Rp50 Miliar

Tandaseru – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk resmi membangun Masjid Apung di Kawasan Ancol, Jakarta Utara.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) sekaligus mantan Wapres, Jusuf Kalla meninjau peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Masjid Apung Ancol di Jakarta Utara, Sabtu (9/11).

Anies dan Jusf Kalla didampingi Teuku Syahir Syahali sempat melihat-lihat maket Masjid Apung yang akan dibangun tersebut.

Dalam sambutannya, Anies bersyukur Masjid Apung yang pertama di Jakarta ini dapat terealisasi dan kedepannya akan memberikan pengalaman baru untuk masyarakat yang berlibur di kawasan Ancol.

“Kita berharap Ancol bukan saja jadi tempat bagi pemprov untuk mendapatkan pendapatan yang cukup, tapi juga fungsi sosial dan fungsi pembangunan,” ungkap Anies.

Sementara itu, Jusuf Kalla mengungkapkan pembangunan Masjid Apung ini bisa menjadi wisata religi baru, juga dapat memenuhi kebutuhan beribadah bagi umat Muslim yang sedang berada di Ancol.

Desain masjid apung Ancol

Terkait dengan proyek pembangunan masjid di atas permukaan laut itu, seluruh pembiayaan dikeluarkan oleh pihak Ancol yang menelan biaya Rp 50 miliar.

“Anggaran dari (Jaya)  Ancol, kurang lebih Rp50 miliar,” ujar Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Teuku Sahir Syahali seperti dikutip Antara, Minggu (10/11).

Rencananya Masjid Apung Ancol akan didesain modern juga dilengkapi dengan teknologi terkini. Bahan bangunannya menggunakan material stainless steel dan kayu agar memberikan kesejukan.

Bangunannya akan berbentuk segi lima, yang mencerminkan rukun Islam dan waktu salat wajib dalam satu hari.

Terkait analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dalam pembangunan Masjid Apung, Teuku menjamin tidak ada proses pembuangan ke laut.

“Amdal lingkungan, jadi prosesi pembuangan semua ini siklusnya tidak ada yang ke laut, baik itu limbah, air hujan. Kita nanti tidak ada AC (Air Conditioner), kita lewatkan angin ke atas sebagai efisiensi dari energi listrik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan sebagian produksi air akan menggunakan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang dapat memproses air laut menjadi air tawar untuk keperluan masjid.

Masjid Apung Ancol ini dibangun di atas lahan seluas 2.000 meter persegi yang mampu menampung 2.500 jemaah. Rencananya, proses pembangunan Masjid Apung Ancol akan rampung dalam kurun waktu satu tahun.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait