Melewati Masanya

Siapakah Mahatma Gandhi, Nelson Mandela, atau Martin Luther King? Apakah mereka semacam manusia suci yang bisa berjalan di atas air? Mempunyai keberanian seperti Dewa Perang? Atau memiliki mukjizat sebagaimana para Nabi?

Gandhi dihormati tidak hanya oleh orang India, Mandela dicintai jauh melewati tanah Afrika dan Martin Luther dihormati jauh setelah dirinya meninggal dunia. Lalu apa yang membuat ketiganya begitu istimewa?

Rasanya kita sepakat kalau pemikiran, visi dan nilai pribadi yang dianut ketiga tokoh itu jauh melewati bangsanya. Mereka tidak bicara tentang dirinya, namun tentang kehormatan dan nilai yang lebih mulia dari fisiknya.

Hal yang serupa dilakukan oleh seorang ahli baja pertama di Indonesia. Putra sederhana kelahiran desa Tanjung Karang Lampung tahun 1934. Anak itu bernama Marjoeni Warganegara, yang memiliki visi jauh melewati bangsanya.

Ia meyakini bahwa bangsa Indonesia yang sangat dicintainya baru dapat berdiri tegak dan menjadi negara maju jika sudah memiliki industri baja yang mumpuni.

Setiap orang ada masanya dan setiap masa datang orangnya. Namun pepatah ini tidak berlaku untuk manusia-manusia dengan karunia tertentu.

Pada tahun 1970, melalui pemikiran dan kerja kerasnya Marjoeni yang saat itu berusia 36 tahun mendirikan Krakatau Steel, sebuah perusahaan baja terkemuka yang membawa nama Indonesia begitu dihormati oleh bangsa lain.

Kelahiran perusahaan raksasa seperti Krakatau Steel telah membawa perubahan tidak hanya untuk kota Cilegon dan sekitarnya menjadi sebuah kawasan industri terkemuka namun juga peta industri manufaktur dan Indonesia secara lebih luas.

Setiap orang ada masanya dan setiap masa datang orangnya. Namun pepatah ini tidak berlaku untuk manusia-manusia dengan karunia tertentu.

Seperti juga Gandhi, Mandela atau Martin Luther King, Marjoeni juga memiliki karunia, energi dan semangat kehidupan yang luar biasa dalam memberikan pengaruh kepada orang-orang sekitarnya. Indonesia sangat beruntung pernah memiliki talenta langka seperti dirinya.

Visioner

Saya pribadi sangat bangga dan begitu terhormat karena Marjoeni Warganegara selain jenius yang visioner, ahli industri baja dan manufaktur Indonesia, beliau juga Bapak mertua saya yang sangat patriotik sehingga dalam banyak diskusi seringkali gelisah akan nasib masa depan bangsanya.

Satu minggu setelah ulang tahunnya yang ke 85, Marjoeni meninggalkan keluarga besar kami untuk kembali menghadap Dzat Yang Maha Pengasih. Namun pemikiran dan karyanya akan terus dinikmati oleh bangsa Indonesia bahkan jauh melewati usianya.

Selamat kembali Bapak yang kami sayangi, kembali ke tempat yang sebaik-baiknya tempat, yang penuh dengan cahaya abadi dan kasih sayang Allah SWT… Aamiin ya robbal alamin.

Penulis Buku Membangun SDM Indonesia Emas dan Tenang Aja

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait