Menag: Penambahan Kuota Haji Berdampak pada Pengadaan Layanan

TandaseruMenteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan penambahan 10.000 kuota haji Indonesia akan berdampak pada seluruh pengadaan layanan. Proses pengadaan yang semestinya sudah hampir final, berarti harus ditambah, dan itu bukan hal mudah.

Terkait akomodasi di Madinah misalnya kata Lukman Hakim saat ini hampir seluruh hotel di kawasan Markaziah (jarak terdekat Masjid Nabawi), sudah penuh.

“Penambahan kuota tentu akan menambah kebutuhan hotel yang saat ini sudah banyak dipesan oleh berbagai negara, termasuk Indonesia,” papar Menag.

Untuk akomodasi di Makkah, Menag menjelaskan, penambahan kuota akan berdampak pada sistem zonasi. Sistem ini baru diterapkan tahun ini. Jemaah haji Indonesia akan ditempatkan pada tujuh wilayah, berdasarkan kelompok embarkasi sebagai berikut:

Syisyah: Embarkasi Aceh (BTJ), Medan (KNO), Batam (BTH), Padang (PDG), dan Makassar (UPG)

  1. Raudhah: Embarkasi Palembang (PLM) dan Jakarta – Pondok Gede (JKG)
  2. Misfalah: Embarkasi Jakarta – Bekasi (JKS)
  3. Jarwal: Embarkasi Solo (SOC)
  4. Mahbas Jin: Embarkasi Surabaya (SUB)
  5. Rei Bakhsy: Embarkasi Banjarmasin dan Balikpapan
  6. Aziziah: Embarkasi Lombok (LOP)

“Penyediaan akomodasi di Makkah yang saat ini sedang berjalan, sudah hampir final dengan skema zonasi. Karenanya, kemungkinan besar, khusus untuk tambahan 10 ribu ini tidak lagi menggunakan sistem zonasi,” ucap Menag.

Selain akomodasi, kebutuhan lainnya yang harus disiapkan adalah terkait bus shalawat dan biaya angkut bagasi. “Semua membutuhkan biaya, baik direct maupun indirect. Karenanya, Kemenag akan segera melakukan pembahasan dengan DPR untuk mendapatkan persetujuan terkait penambahan kuota ini,” tandas Menag.

 

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait