Mendagri: Dana Bansos Rentan Disalahgunakan untuk Kampanye

JAKARTA (!) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo fenomena dana bansos yang dipakai sebagai alat politik dalam kampanye pilkada.

Tjahjo menyebut, masalah penyalahgunaan anggaran untuk kepentingan politik kerap terjadi kepada kepala daerah menjelang pemilihan kepala daerah.

“Terutama para kepala daerah yang hendak maju lagi ke gelanggang pemilihan. Itu yang sering terjadi,” kata Tjahjo kepada wartawan usai menghadiri acara Peringatan Hari Anti Korupsi di Hotel Bidakara, Senin (11/12).

Menurutnya, menjelang Pilkada, ada trend peningkatan jumlah dana hibah dan bansos. “Seperti dulu pelanggaran Bansos yang tahun sebelumnya hanya 1 juta, ini menjelang Pilkada bisa jadi 100 juta lho,” kata Tjahjo.

Tjahjo pun mencontohkan kasus yang terjadi di Jambi, di mana berapa pejabat di lingkungan Pemprov Jambi dicokok oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lewat operasi tangkap tangan. Kata dia, kasus suap yang terjadi di Jambi, ujungnya untuk kepentingan politik. Terutama Pilkada.

“Kasus Jambi yang kemarin juga ujung-ujungnya untuk kepentingan Pilkada,” katanya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait