Mendagri: Kekosongan Wagub DKI Bisa Menjadi Masalah

Tandaseru – Setelah Sandiaga Uno resmi mencalonkan diri menjadi wakil presiden untuk mendampingi calon presiden Prabowo Subianto, hingga saat ini belum ada yang menggantikan posisinya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Sudah 3 bulan kursi Wagub DKI kosong, sehingga mendorong Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo untuk segera memprosesnya. Namun, proses tersebut bergantung pada partai pengusung.

“Saya tidak bisa memaksa, saya hanya mengingatkan kepada DPRD, kepada Pak Gubernur segera diproses. Partai pengusungnya saja belum satu suara,” kata Tjahjo kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/11).

Menurut dia, tidak ada masalah jika calon kepala daerah (cakada) diusung oleh satu partai politik. “Kalau cakada atau wakil diusung satu parpol tidak masalah. Tapi UU mengatakan bisa satu parpol, bisa juga gabungan parpol. Kalau DKI ini, kan ada Gerindra dan PKS,” ujarnya.

Mendagri mempertegas agar pengisian jabatan Wagub DKI disegerakan, sebab jika tidak bisa menjadi sebuah masalah.

“Bisa masalah, bisa tidak. Tapi kan paketnya adalah Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Apakah dengan satu orang mengganggu atau tidak? Yang merasakan gubernurnya. Problemnya kan di partai pengusung ini,” ujarnya.

Tjahjo menambahkan, Gubernur DKI Anies Baswedan tidak memaksa. Cakada harus tergantung partai. “Pak Anies juga tidak bisa maksa, tergantung kesepakatan di dua partai itu,” ungkapnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait