Mengamati ‘Super Blue Blood Moon’ Dengan Teleskop Pribadi

JAKARTA (!) – Mengamati ‘Super Blue Blood Moon’ (31/1) dengan mata telanjang memang bisa, tetapi akan lebih asyik jika menggunakan teleskop. Karena teleskop mampu menampilkan detil permukaan bulan. Jika Anda berencana membeli teleskop, berikut beberapa tips dari infoastronomy.org.

Dalam memilih teleskop, tiga hal berikut penting untuk dipertimbangankan:

1.  Aperture. Fitur teleskop yang paling penting. Aperture berfungsi mengontrol jumlah cahaya yang ditangkap teleskop. Ukuran aperture yang besar membuat benda langit yang kita lihat juga lebih jelas. Semakin besar aperture akan berakibat makin besar pula diameter teleskop.

2. Reflektor atau Refraktor. Anda bebas memilih, teleskop reflektor atau refraktor. Teleskop reflektor hanya memungkinkan untuk melihat langit sementara teleskop refraktor bisa digunakan untuk melihat pemandangan di Bumi dan juga di langit.

3. Pembesaran. Magnifikasi atau pembesaran ditentukan oleh lensa teleskop. Makin tinggi pembesaran makin bagus, tetapi nilai pembesaran ini tergantung pada aperture. Sebuah lensa pembesaran yang tinggi akan memiliki aperture yang rendah. Untuk melihat Saturnus, dibutuhkan setidaknya pembesaran 70x.

Yang terakhir, pastikan teleskop yang Anda beli sudah termasuk aksesoris seperti tripod, tas jinjing, dan perangkat lunak astronomi sebagai penunjang pengamatan langit malam. (mac)

teleskop

teleskop

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -