Mengelak Saat Ditangkap, Penyiram Minyak Panas Tuduh Orang Lain yang Punya Masalah dengan Korban

Tandaseru – Parhan Azhari (23), pelaku penyiram minyak panas terhadap kakak kandungnya sendiri bernama Fikri Maulana sehingga menyebabkan luka bakar sebesar 70 % sempat mengelak ketika ditangkap pihak kepolisian.

Tersangka berkilah kepada polisi jika dirinya saat itu ingin menolong kakaknya yang sudah mendapatkan luka bakar dibagian tubuhnya. Kepada polisi, tersangka menyebut kakaknya disiram air panas oleh KOYO yang tengah mempunyai masalah dengan kakaknya.

“Saat kejadian tersangka berpura-pura menolong korban dan mengelabui petugas polisi yang datang ke TKP dengan mengatakan kalau pelakunya adalah orang lain yang memiliki masalah dengan korban bernama saudara KOYO,” kata Kanit Reskrim Polsek Metro Cilincing, AKP Suharto saat dihubungi, Kamis (1/8).

Selanjutnya, kata Suharto, tersangka juga mencoba meyakini pihak kepolisian yang mendatangi rumahnya jika perbuatan itu dilakukan oleh KOYO dengan menunjukan pintu belakang rumah yang terbuka.

“Tersangka menunjukkan kepada petugas pintu belakang rumah yang terbuka, seolah olah pelaku masuk kedalam rumah melalui pintu belakang,” jelasnya.

Namun, pihak kepolisian tidak gampang percaya dengan keterangan tersangka. Setelah melakukan rangkaian penyelidikan, akhirnya Parhan mengakui jika dia yang menyiran kakak kandungnya sendiri dengan minyak panas.

Sebelumnya, seorang pria bernama Fikri Maulana harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) lantaran disiram minyak panas oleh adik kandungnya sendiri bernama Parhan Azhari (23).

Penganiayaan itu dilakukan di rumahnya di Jalan Tipar Timur RT 03 RW 04 Kelurahan Semper, Cilincing, Jakarta Utara pada Rabu (31/7) sekitar pukul 14.00 WIB.

Suharto menerangkan peristiwa tersebut terjadi karena hal spele. Korban marah kepada tersangka karena sepeda motor miliknya tidak ada saat hendak dia pakai.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait