Mengenal Laksamana Siwi Sukma Adji, KSAL Baru Pilihan Jokowi

Tandaseru – Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji resmi menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) menggantikan Laksamana TNI Ade Supandi, setelah dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Presiden juga telah menerbitkan Keppres Nomor 43 TNI Tahun 2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan KSAL yang dibacakan oleh Sekretaris Militer Presiden Marsma TNI Trisno Hendradi di Istana Negara, Jakarta.

Melalui Keppres Nomor 44 TNI Tahun 2018 tentang Kenaikan Pangkat Dalam Golongan Perwira Tinggi TNI, Presiden Jokowi menaikkan pangkat Siwi menjadi Laksamana. Kepala Negara juga telah mengambil sumpah jabatan untuk Laksamana TNI Siwi Sukma Adji.

Pergantian pucuk pimpinan di matra yang memiliki motto ‘Jalesveva Jayamahe’ itu lantaran Ade Supandi akan memasuki masa pensiun sebagai KSAL pada Juni 2018.

Penunjukan Siwi itu setelah sebelumnya ada empat orang calon kuat pengganti perwira tinggi TNI AL bintang empat alumnus Akademi Angkatan Laut (AAL) 1985 tersebut.

Mereka adalah Wakil KSAL Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrochman, Kepala Staf Umum TNI Laksamana Madya TNI Didit Herdiawan Ashaf, Kepala Badan Keamanan Laut Laksamana Madya TNI Arie Soedewo, Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI Letnan jenderal TNI (Mar) RM Trusono.

Laksamana TNI Siwi Sukma Adji adalah perwira kelahiran Kota Cimahi, Jawa Barat, 14 Mei 1962, yang merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-30 tahun 1985.

Berbagai jabatan strategis pernah diembannya, yakni Komandan Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Komando Armada RI Kawasan Timur Tahun 2011, Wakil Asisten Perencanaan Kepala Staf Angkatan Laut (Waasrena Kasal) Tahun 2012.

Pada tahun 2013 Siwi Sukma Adji menjabat sebagai Kasarmatim, Kemudian menjabat sebagai Panglima Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) pada Tahun 2016.

Masih pada Tahun 2016 Siwi Sukma Adji menjabat sebagai Asrenum Panglima TNI dan terakhir sebelum menjabat sebagai orang nomor satu di TNI AL, Siwi Sukma Adji menjabat sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Akademi TNI sejak 2017.

Berbagai pendidikan militer telah ditempuhnya selain di AAL, di antaranya meliputi Sus Paja (1985), Tar P-4 PP. 45 Jam (1986), Dik Cawak Van Spyck (1987), Ops School (1987), Diklapa-I/SBA Angkatan ke-5 (1992), Diklapa-II/Koum Angkatan-9 (1996), Seskoal Angkatan-36 (1999), Sesko TNI Angkatan-35 (2008), dan Lemhannas RI (PPSA) Angkatan-19 (2013).

Pendidikan umum yang pernah ditempuh diantaranya SD (1974), SMP (1977), SMA (1981), S1 Ekonomi (2013), S2 Manajemen SDM (2016).

Tanda jasa

Atas jasa-jasanya kepada bangsa dan negara, berbagai tanda jasa bintang dan satya lencana diperolehnya, antara lain Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Jalasena Pratama, Bintang Jalasena Nararya, Satya Lencana VIII, Satya Lencana Kesetiaan XVI, Satya Lencana Kesetiaan XXIV.

Pria yang memiliki istri bernama Manik Pujianti dan dua orang putra, yakni Lettu Laut (P) Yana Allen Kusuma, yang merupakan perwira TNI AL dan Tubagus Mahendra yang masih berstatus sebagai mahasiswa ini juga memperoleh penghargaan Satya Lencana Kesetiaan XXXII.

Selain itu, Satya Lencana Dwidya Sistha, Satya Lencana Kebaktian Sosial, Satya Lencana Wira Karya, Satya Lencana Wira Dharma (perbatasan), Satya Lencana Wira Nusa, Satya Lencana Komandan KRI, Satya Lencana Dharma Nusa dan Satya Lencana Dharma Samudera.

Laksamana TNI Siwi Sukma Adji usai pelantikan mengatakan dirinya akan melanjutkan berbagai program yang telah dicanangkan oleh KSAL sebelumnya dan tidak akan banyak mengubah kebijakan.

“Semua program kan sudah diatur, tinggal kita melanjutkan program yang sudah ada,” ujarnya.

Sementara terkait penunjukkan dirinya, Siwi mengaku tidak mengetahui secara jelas, namun terpilihnya dirinya dari Mabes TNI. “Saya kira mekanismenya dari Mabes TNI ke Presiden,” ucapnya.

Jabatan strategis

Jabatan KSAL menjadi strategis setelah Presiden Jokowi berniat menambah kekuatan Poros Maritim Dunia dan membangun tol laut. Dua pertiga luas negara Indonesia terdiri dari lautan, membuat masyarakat menanti kejayaan TNI AL di kancah internasional.

Apalagi, alutsista yang dimiliki Indonesia sekarang ini terbilang sudah mumpuni untuk menghadang serangan dari negara luar yang terus menggerogoti kekayaan laut Tanah Air. Oleh karenanya, peran KSAL dalam membina TNI AL dalam menjaga kedaulatan lautan serta mencegah terjadinya pencurian kekayaan alam di lautan NKRI sangat diperlukan.

Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati menilai Laksamana TNI Siwi Sukma Adji adalah sosok perwira tinggi TNI AL yang memiliki kapabilitas dan komitmen tinggi terhadap integritas dan kinerja organisasi TNI AL.

“Sepanjang karier memiliki catatan yang baik sesuai prestasi satuan dimana bertugas,” katanya.

Wanita yang biasa disapa Nuning ini menyebutkan, Laksamana Siwi meniti karier dimulai dari geladak kapal-kapal perang di jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur. Ia pun menjabat komandan beberapa kapal kombatan hingga tipe destroyer.

“Beberapa misi operasi laut, baik secara gabungan bersama satuan TNI AD dan TNI AU maupun operasi bersama dengan AL beberapa negara telah dialami dan dituntaskan dengan baik,” ujar Nuning.

Selama bertugas, Siwi juga dikenal sosok senior yang mengayomi para perwira junior dan memiliki pandangan yang moderat serta memberi apresiasi terhadap prestasi juniornya.

Ke depan, Nuning berharap KSAL baru semakin fokus dalam menyiapkan SDM agar para perwira TNI AL generasi muda memiliki profesionalisme tinggi setara dengan AL negara-negara maju lainnya.

Visi Poros Maritim

Menurut dia, situasi kawasan dan dinamika lingkungan strategis juga menuntut KSAL baru untuk lebih berkonsentrasi menjabarkan Visi Presiden Joko Widodo menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, utamanya pilar kelima, yaitu mewujudkan pertahanan maritim yang andal.

Selaras dengan kebijakan Panglima TNI untuk mengembangkan kekuatan TNI AL di wilayah Timur Indonesia, maka sebagian kekuatan pokok armada AL akan segera digeser ke Papua.

Konsep relokasi kekuatan TNI AL selain ditujukan meningkatkan stabilitas keamanan juga diyakini mampu membuka akses daerah dan menciptakan pertumbuhan ekonomi. Sejarah di Indonesia membuktikan bahwa setiap pembentukan tangsi militer selalu menjadi cikal bakal kemajuan kota-kota yang baru.

“Dengan demikian, keberadaan TNI AL di manapun bertugas dapat membawa manfaat bagi masyarakat di daerah-daerah seluruh tanah air Indonesia,” tutur Nuning.

Hal lain yg tak kalah penting, tambah dia, adalah proses Wanjak Jabatan dalam tubuh TNI AL harus lebih objektif, tidak ada lagi ‘like and dislike’ maupun euphoria tahun angkatan lulus AAL agar ke depan para perwira terbaik dan mumpuni semakin mendapat kesempatan turut menjadikan TNI AL sebagai “angkatan laut berkelas dunia” (ant)