Menghadang Tsunami di Bibir Pantai

JAKARTA (!) –  Sebanyak 22 Alat pendeteksi Tsunami (buoy) yang tersebar di sejumlah perairan laut Indonesia, ternyata sudah tidak berfungsi sejak tahun 2012. Demikian penjelasan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB,)  Sutopo Purwo Nugroho kepada awak media, di Kantor BNPB, Sabtu (16/12).

22 pelampung atau buoy yang berada di perairan Indonesia ini dibangun oleh indonesia bersama Jerman, Malaysia, dan Amerika Serikat pascatragedi tsunami di Aceh.

Keberadaan buoy ini amat penting untuk memberikan informasi yang lebih akurat mengenai potensi tsunami. Sehingga BMKG akan lebih pasti dalam mendeteksi potensi munculnya Tsunami.

buoy

Penyebab rusaknya buoy adalah tidak adanya biaya perawatan dan operasional. Selain itu diakibatkan juga oleh aksi vandalisme.

Akibat rusaknya buoy yang dimilki Indonesia, untuk saat ini pengamatan dilakukan secara manual. Dengan kata lain, petugas berada di pantai untuk mengamati datangnya tsunami. Sungguh riskan. (mac)

Kumpulan Berita Terkait