Mengintip Jalan Tol Pertama di Pulau Kalimantan

Tandaseru – Jalan Tol Balikpapan-Samarinda merupakan jalan tol pertama di Pulau Kalimantan. Jalan Tol, ini membentang sepanjang 99,35 Km dengan progres konstruksi mencapai 85,73%.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam penjelasan tertulisnya mengatakan jalan tol dengan nilai investasi sebesar Rp9,9 triliun yang menghubungkan Kota Balikpapan dengan Kota Samarinda dirancang akan menjadi cikal bakal Jalan Tol Trans Kalimantan.

Jalan tol Balikpapan-Samarinda sendiri terdiri atas lima seksi, yaitu Seksi I Balikpapan-Samboja sepanjang 22,03 Km yang saat ini dalam tahap konstruksi dengan progres sebesar 96,82% ditargetkan akan beroperasi pada April 2019.

Seksi II Samboja-Muara Jawa dengan panjang 30,98 Km dengan progres konstruksi sebesar 83,73% yang ditargetkan beroperasi pada Maret 2019, Seksi III Muara Jawa-Palaran sepanjang 17,50 Km dengan progres konstruksi sebesar 97,21 % dan ditargetkan akan beroperasi pada Maret 2019.

Seksi IV Palaran-Samarinda dengan panjang 17,95 Km dengan progres konstruksi sebesar 75,33% ditargetkan beroperasi pada Juli 2019, Seksi V Balikpapan-Bandara Sepinggan sepanjang 11,09 dengan progres konstruksi saat ini mencapai 68% dan akan ditargetkan beroperasi pada Agustus 2019.

Dia menjelaskan tol ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mengurangi biaya logistik antar kedua wilayah. Pada akhirnya, pemangkasan biaya logistik akan berimplikasi pada efisiensi produksi sektor-sektor di kawasan Kalimantan.

“Sebagai jalan tol pertama di Pulau Kalimantan, Tol Balikpapan-Samarinda ini diharapkan mampu mendorong pengembangan kawasan-kawasan industri yang bergerak di sektor kelapa sawit, batubara, migas, dan pertanian,” tuturnya.

Kehadiran Jalan Tol Balikpapan-Samarinda dapat memangkas waktu tempuh yang saat ini perjalanan yang dari Kota Balikpapan menuju Samarinda menghabiskan waktu hingga 3 jam, dengan kehadiran tol ini menjadi lebih singkat hanya 1 jam.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id